NASIONAL
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Disekap 3 Tahun di Bandung
AKTUALITAS.ID – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan atas kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Korban diduga disekap dan disiksa selama sekitar tiga tahun oleh pria berinisial T (30) yang kini masih buron. Kondisi korban saat ditemukan disebut sangat memprihatinkan dengan luka serius di sejumlah bagian tubuh.
“Kami sangat prihatin atas kondisi korban yang mengalami kekerasan keji dalam waktu yang sangat panjang,” kata Arifah, Senin (22/6/2026).
Kementerian PPPA menyebut korban mengalami cedera kepala, gangguan penglihatan, kerusakan bibir, hingga gangguan pada kaki yang membuatnya sulit berjalan. Selama masa tersebut, korban diduga hidup berpindah-pindah bersama pelaku tanpa komunikasi dengan keluarga.
“Korban terputus dari keluarga selama kurang lebih tiga tahun,” ujar pejabat kementerian.
Arifah menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga pemulihan korban secara menyeluruh melalui pendampingan psikologis dan medis.
“Pemulihan korban harus dilakukan secara komprehensif, termasuk pendampingan psikologis,” ujarnya.
Saat ini, UPTD PPA Jawa Barat berkoordinasi dengan kepolisian, rumah sakit, dan LPSK untuk memberikan perlindungan serta asesmen lanjutan terhadap korban. (Micko)
-
RIAU23/09/2026 15:31 WIBPolda Riau Usut Mafia Arang Mangrove
-
RAGAM23/09/2026 22:00 WIB15 Daerah Kalimantan Punya Payung Hukum Baru
-
NASIONAL23/09/2026 17:00 WIBHabib Syarief Soroti Titik Rawan Timnas Jelang FIFA ASEAN Cup
-
NASIONAL23/09/2026 20:00 WIBDPR Dorong BUMN Tekstil Bangun Kekuatan dari Hulu
-
Berita23/09/2026 19:30 WIBPTIQ Jakarta Wisuda 1.005 Lulusan, Nasaruddin Umar Tekankan Pengabdian kepada Masyarakat
-
DUNIA24/09/2026 00:00 WIBGedung Putih Luncurkan Trump TV
-
NASIONAL23/09/2026 16:00 WIBKomisi III Gas RUU Perampasan Aset Saat Reses
-
POLITIK23/09/2026 19:00 WIBGolkar Tak Tutup Opsi 2 Fraksi untuk Capres

















