JABODETABEK
KAI Imbau Gunakan Kanal Resmi untuk Cegah Hoaks Informasi Perjalanan Kereta
AKTUALITAS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses informasi perjalanan melalui kanal resmi perusahaan, terutama menjelang puncak libur sekolah yang biasanya diikuti peningkatan mobilitas penumpang di berbagai rute kereta api di Indonesia.
Imbauan ini disampaikan untuk mengantisipasi penyebaran informasi tidak terverifikasi yang kerap beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun akun tidak resmi yang mengatasnamakan layanan KAI. Perusahaan menilai, kecepatan informasi di era digital harus diimbangi dengan kehati hatian pengguna.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan media sosial kini menjadi bagian penting dalam layanan pelanggan, tidak hanya sebagai sarana informasi, tetapi juga wadah pengaduan dan umpan balik masyarakat.
“KAI menerima dan mengolah lebih dari 13 juta suara pelanggan dari berbagai kanal. Setiap masukan menjadi bahan penting untuk memperbaiki layanan,” ujar Anne, Minggu (28/6/2026).
Menurutnya, transformasi layanan KAI saat ini tidak lepas dari masukan pelanggan yang terus berkembang. Berbagai inovasi seperti pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI, sistem Face Recognition Boarding Gate, hingga peningkatan fasilitas stasiun lahir dari kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui kanal resmi.
Anne menjelaskan aplikasi Access by KAI telah digunakan puluhan juta pengguna dengan tingkat transaksi yang terus meningkat setiap tahun. Kanal digital tersebut kini menjadi tulang punggung layanan pemesanan tiket dan informasi perjalanan.
“Access by KAI kami dorong menjadi teman perjalanan pelanggan. Melalui aplikasi ini, pelanggan dapat merencanakan perjalanan, memesan tiket, hingga memantau informasi perjalanan secara lebih praktis,” katanya.
Selain aplikasi, KAI juga menyediakan layanan Contact Center 121, akun media sosial resmi @KAI121 dan @keretaapikita, serta layanan WhatsApp resmi di nomor 0811 2223 3121. Seluruh kanal tersebut disiapkan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang valid dan cepat.
KAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pesan berantai, promo palsu, maupun akun tiruan yang mengatasnamakan perusahaan. Data pribadi seperti kode OTP, PIN, dan password juga diminta untuk tidak dibagikan kepada pihak mana pun.
“Di ruang digital, kehati hatian sangat penting. Selalu pastikan informasi berasal dari kanal resmi KAI agar terhindar dari penipuan,” ujar Anne.
Perusahaan mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan layanan digital. Hingga Mei 2026, aplikasi Access by KAI mencatat hampir 30 juta pengguna terdaftar dan menjadi kanal utama dalam transaksi tiket perjalanan.
KAI juga terus meningkatkan fasilitas layanan di stasiun, mulai dari ruang tunggu yang lebih nyaman, toilet modern, area bermain anak, hingga penyediaan air minum gratis dan fasilitas pengisian daya. Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan pelanggan selama perjalanan.
Di tengah meningkatnya jumlah penumpang, KAI menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan pelanggan dalam menjaga ekosistem layanan yang aman dan tertib. Penggunaan kanal resmi dianggap sebagai langkah utama untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kanal resmi adalah ruang aman bagi pelanggan untuk mendapatkan informasi perjalanan yang akurat,” tutur Anne. (Micko)
-
RIAU28/06/2026 01:10 WIBReplika Wisma Sri Mahkota Jadi Magnet Stand Bengkalis di MTQ Riau 2026
-
RIAU28/06/2026 11:59 WIBBupati Kasmarni Serahkan Piala Bergilir MTQ Riau, Target Bengkalis Rebut Kembali Gelar Juara
-
OASE28/06/2026 05:00 WIBRasulullah Teladan Akhlak Terbaik
-
NUSANTARA27/06/2026 23:00 WIBTerbesar se-Indonesia, Herman Deru Tetap Minta ABPEDNAS Sumsel Perkuat Pengawasan Desa
-
NASIONAL28/06/2026 00:33 WIBKemhan Klaim Program SPPI Sudah Sesuai Prosedur
-
EKBIS27/06/2026 22:00 WIBKepastian Hukum Dinilai Penentu Stabilitas Ekonomi Nasional
-
DUNIA28/06/2026 15:00 WIBBaru Teken Damai, Langit Lebanon Dibom Israel
-
RAGAM28/06/2026 11:30 WIBStudi Lama Ungkap Dugaan Hajar Aswad Berasal dari Meteorit

















