Berita
Keluarga Mahasiswa WNI Asal Sulsel Was-was Akibat Beijing Siaga 1 Corona
AKTUALITAS.ID – Keluarga besar Muhammad Taufiqurrahman, seorang mahasiswa asal Sulawesi Selatan, yang sedang menempuh pendidikan di China, sangat khawatir sejak virus Corona merebak di negeri itu. Ismawan Amir, sang paman, mengaku sempat mengontak Opik-sapaan mahasiswa yang menempuh magister S-2 di China University of Petroleum, Beijing, itu, dan menanyakan kabar. “Pertanyaan saya ke Opik lewat WhatsApp […]
AKTUALITAS.ID – Keluarga besar Muhammad Taufiqurrahman, seorang mahasiswa asal Sulawesi Selatan, yang sedang menempuh pendidikan di China, sangat khawatir sejak virus Corona merebak di negeri itu.
Ismawan Amir, sang paman, mengaku sempat mengontak Opik-sapaan mahasiswa yang menempuh magister S-2 di China University of Petroleum, Beijing, itu, dan menanyakan kabar.
“Pertanyaan saya ke Opik lewat WhatsApp tentang kondisi di Beijing. Tak berapa lama, ia menjawab sudah mulai siaga satu, om,” ujarnya, Sabtu, (1/2/2020).
Ismawan menyebut, jarak Beijing dan Wuhan relatif jauh. Tetapi, wabah virus itu terus menular ke berbagai daerah, sehingga keluarga besarnya sangat cemas memikirkan nasib Opik.
Opik sempat mengirim video suasana sekitar apartemen tempat tinggalnya. Kondisi kota saat itu sepi. Tak banyak orang keluar rumah. Pemerintah memang mengeluarkan pengumuman agar tetap di rumah.
Mereka juga mendapat imbauan dari kampusnya berupa pamflet yang isinya berbahasa China, yang isinya mengimbau kepada mahasiswa yang sementara libur agar tidak dianjurkan kembali ke asrama. Jika harus kembali, harus mengisi formulir dan baru kembali setelah kampus menyetujui. Itupun setelah kembali harus diisolasi selama dua pekan.
Persyaratan ini nampaknya khusus mahasiswa yang baru saja balik dari Provinsi Hubei. Kampus juga mengimbau mahasiswa jangan panik. Mereka tetap diminta respons positif jika mengetahui ada mahasiswa lain yang mengalami demam tinggi tiba-tiba.
“Mahasiswa juga dipersilakan untuk sementara meninggalkan China. Mahasiswa dari negara Afrika, Amerika latin, tetap bertahan mungkin karena tiket relatif mahal,” kata Ismawan menirukan pesan Opik.
Selain itu, dia menyampaikan, pemerintah China menutup beberapa jalur ke apartemen. Opik mengirim video penutupan jalan. Semua akses masuk ke residence disatukan di jalur utama. Jadi, hanya ada satu jalan. Polisi juga berjaga di sudut jalan.
Pergerakan orang keluar masuk dari apartemen terpantau oleh polisi. Suasana sepi di sekitar tempat tinggalnya. Warga memilih tinggal di rumah. Apalagi ada himbauan bahwa rumah ibadah, tempat wisata, dan keramaian ditutup sementara untuk menghindari penyebaran wabah virus. Di semua stasiun subway memiliki alat thermal meter. Toko-toko tutup kecuali minimarket.
“Kalau ada orang yang suhu badannya tinggi, disertai batuk dan flu langsung dibawa ke ruang isolasi,” sebut Ismawan.
Opik lahir dan besar di Duri, sebuah desa di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Ia menjadi kebanggaan keluarganya, karena berhasil kuliah di kampus terbaik di Beijing, di fakultas perminyakan, secara cuma-cuma pula
-
RILEKS04/04/2026 15:45 WIBLogika Jaksa, Kreativitas Amsal Sitepu Harus Pakai Tenaga Dalam
-
RAGAM04/04/2026 15:30 WIBIni Peringatan Keras Ramalan Zodiak 4 April 2026
-
NASIONAL04/04/2026 13:00 WIBDPR Pastikan RUU Penyadapan Tak Disalahgunakan
-
PAPUA TENGAH04/04/2026 19:00 WIBSinergi Lintas Sektoral Amankan Prosesi Jumat Agung di Mimika
-
NASIONAL04/04/2026 22:30 WIB143.948 Siswa Bersaing Ketat di SPAN-PTKIN
-
JABODETABEK04/04/2026 17:30 WIBMacan Tutul Masuk Permukiman Warga, Berhasil Dievakuasi
-
NUSANTARA04/04/2026 18:00 WIBPolda Jambi Sanksi Demosi 1 Perwira, Usai Kaburnya Kurir Sabu 58 Kg
-
OTOTEK04/04/2026 16:00 WIBJepang Disalip China Jadi Importir Mobil Terbesar

















