RAGAM
Delapan Buku Puisi Esai Denny JA Resmi Terbit dalam Bahasa Inggris, Hadir di Google Books untuk Pembaca Dunia
AKTUALITAS.ID – Delapan buku Puisi Esai karya Denny JA resmi terbit dalam edisi bahasa Inggris dan kini tersedia secara global melalui Google Books. Penerbitan yang diumumkan Penerbit CBI ini menjadi langkah baru untuk memperkenalkan pengalaman sejarah Indonesia kepada pembaca internasional sekaligus menghadirkan berbagai tragedi kemanusiaan dunia melalui pendekatan sastra.
Melalui proyek tersebut, pembaca dapat menemukan kisah yang mengangkat berbagai peristiwa, mulai dari Holocaust, bom Hiroshima, Revolusi Prancis, Revolusi Rusia, tragedi eksil Indonesia pasca 1965, hingga krisis ekologi modern. Seluruh karya dirangkai dalam bentuk Puisi Esai yang memadukan fakta sejarah dengan narasi sastra.
Menurut Penerbit CBI, penerbitan edisi bahasa Inggris ini tidak sekadar menerjemahkan karya, tetapi juga membawa cara pandang baru dalam membaca sejarah. Sejarah dinilai tidak cukup dipahami sebagai urutan peristiwa, melainkan perlu dihayati melalui pengalaman manusia yang mengalami langsung luka dan kehilangan.
“Sejarah sering mengingat para pemenang. Sastra mengingat mereka yang terluka,” tulis Penerbit CBI dalam keterangan resminya, Kamis (1/7/2026).
Penerbitan ini juga menjadi kelanjutan dari pengakuan internasional terhadap genre Puisi Esai setelah Denny JA menerima BRICS Award 2025 untuk kategori Literary Innovation. Ke depan, seri tersebut direncanakan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di lima benua.
Genre Puisi Esai sendiri diperkenalkan Denny JA sejak 2012. Karya tersebut menggabungkan fakta sejarah yang dapat diverifikasi, kebebasan dramatik sastra, serta refleksi sosial. Setiap buku dilengkapi riset dan catatan kaki, namun tetap menghadirkan pengalaman batin tokoh utama agar pembaca dapat merasakan sisi kemanusiaan dari setiap peristiwa.
Pendekatan tersebut selaras dengan konsep “psychic numbing” yang diperkenalkan psikolog Paul Slovic. Konsep itu menjelaskan kecenderungan manusia kehilangan empati ketika penderitaan hanya disajikan dalam bentuk angka statistik. Melalui Puisi Esai, individu yang terdampak tragedi kembali dihadirkan sebagai sosok dengan keluarga, cinta, harapan, dan kehilangan.
Sementara itu, Denny JA mengatakan sastra memiliki peran penting untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif terhadap berbagai tragedi kemanusiaan.
“Statistik memberi kita pengetahuan, tetapi cerita memberi kita ingatan,” ujar dirinya.
Menurutnya, arsip sejarah membantu masyarakat memahami sebuah peristiwa. Namun sastra membuat pembaca ikut merasakan pengalaman orang yang menjadi korban.
“Ketika saya membaca ribuan korban dalam arsip, saya memahami sejarah. Ketika saya menuliskan seorang ayah yang berjalan tanpa alas kaki mencari keluarganya, saya ikut menjadi saksi,” katanya.
Dirinya menilai sastra bukan pelarian dari kenyataan, melainkan jalan untuk memasuki kenyataan secara lebih mendalam.
“Bagi saya, sastra bukan pelarian dari kenyataan, melainkan cara yang lebih dalam untuk memasukinya,” ucap Denny JA.
Delapan buku yang telah tersedia dalam edisi bahasa Inggris tersebut seluruhnya kini dapat diakses pembaca internasional melalui Google Books sebagai bagian dari upaya memperluas percakapan global mengenai sejarah, kemanusiaan, dan lingkungan.
2 Every Thursday Will I Await Your Return,
3 Screams Following Liberation,
4 The Remnants of the Independence Era,
5 Those Who First Cried Freedom,
6 Those Cast Out in the 1960s,
-
RIAU03/10/2026 13:49 WIBKapolri Rotasi Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan Dipercaya Jadi Kabaharkam Polri
-
JABODETABEK03/10/2026 06:30 WIBAwas Hangus! Buruan Cek 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Sabtu Ini
-
NASIONAL03/10/2026 15:00 WIBKuliah Umum di Akpol, Irjen Herry Heryawan: Pemimpin Polri Harus Mampu Membaca Perubahan
-
DUNIA03/10/2026 08:00 WIBSingapore Airlines Stop Terbang ke Dubai hingga Desember
-
JABODETABEK03/10/2026 05:30 WIBAwas! Akhir Pekan Jakarta Diguyur Hujan
-
OASE03/10/2026 05:00 WIBNgeri! Ini Ancaman Allah untuk Para Penipu
-
NUSANTARA03/10/2026 07:30 WIBGeger! Kolonel TNI Pesan Sabu dari Pacar Pemasok Narkoba
-
NASIONAL03/10/2026 06:00 WIBArrmanatha Nasir Jadi Menlu, Andina: Diplomasi Harus Berorientasi Kepentingan Nasional

















