JABODETABEK
Rumah di Bogor Terancam Akibat Tanah Ambles
AKTUALITAS.ID – Ancaman bencana mengintai sebuah keluarga di Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tanah di dalam rumah mereka tiba-tiba amblas, memunculkan kekhawatiran akan kerusakan yang lebih besar dan membahayakan keselamatan lima penghuni apabila tidak segera ditangani.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/7/2026) itu diduga dipicu rembesan air yang secara perlahan mengikis lapisan tanah di bawah bangunan hingga membentuk rongga. Kondisi tersebut membuat permukaan lantai kehilangan daya dukung dan mengalami penurunan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan hasil asesmen menunjukkan tanah amblas berpotensi membahayakan penghuni rumah jika terus berkembang.
“Penurunan tanah atau tanah amblas di dalam rumah warga disebabkan oleh rembesan air yang mengikis tanah di bawah permukaan hingga membentuk rongga. Hal ini berpotensi membahayakan penghuni rumah,” ujar Adam, Sabtu (4/7/2026).
Laporan mengenai kejadian itu diterima BPBD pada Sabtu pagi. Petugas kemudian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen kondisi bangunan dan tingkat ancaman yang ditimbulkan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan satu unit rumah mengalami kerusakan ringan. Namun, ancaman utama bukan hanya pada bangunan, melainkan potensi meluasnya area tanah yang ambles apabila hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.
Sebanyak lima orang yang menghuni rumah itu kini menjadi pihak yang paling terdampak dan harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kerusakan lanjutan.
“Korban terdampak adalah satu unit rumah yang mengalami rusak ringan dengan lima jiwa di dalamnya,” kata Adam.
Hingga kini, bagian rumah yang mengalami tanah amblas masih belum diperbaiki. BPBD menilai diperlukan penanganan dari instansi terkait agar kondisi tanah segera distabilkan dan tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
“Situasi saat ini tanah yang amblas belum diperbaiki oleh pemilik. Dibutuhkan penanganan lebih lanjut dari dinas terkait. Apabila hujan kembali turun, dikhawatirkan kerusakan bisa meluas,” jelasnya.
BPBD mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanda-tanda pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila muncul retakan baru, lantai yang terus mengalami penurunan, atau perubahan kondisi bangunan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (Irawan/Mun)
-
POLITIK04/07/2026 17:30 WIBSaid Didu Sebut Safari Politik Jokowi Masuk Fase “To Kill or Be Killed” dan Sarat Kepentingan Oligarki
-
RIAU04/07/2026 18:30 WIBBengkalis Tampil Konsisten, Raih Peringkat Kedua MTQ Riau ke-44 di Kuansing
-
NASIONAL04/07/2026 13:00 WIBWaka MPR: Saatnya Indonesia Buktikan Potensi Energi Hijau
-
NUSANTARA04/07/2026 14:30 WIBBMKG: Es Abadi Papua Bisa Lenyap Akhir 2026
-
POLITIK04/07/2026 20:30 WIBRUU Pemilu, DPR akan Temui Ormas dan Partai Non-Parlemen
-
RAGAM04/07/2026 13:30 WIBIlmuwan Waspadai Gelombang Panas Ekstrem dan Dampak Iklim Global
-
NUSANTARA04/07/2026 22:00 WIBAkses Warga Kembali Normal Usai BNPB Bangun Jembatan Darurat di Temanggung
-
OTOTEK04/07/2026 16:30 WIBGunakan Drone untuk Bertani, Produktivitas Pertanian Merauke Meningkat

















