Connect with us

NUSANTARA

BMKG Warning 80% Wilayah Indonesia Bakal Kehabisan Hujan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan setelah hampir separuh wilayah Indonesia resmi memasuki musim kemarau. Kondisi ini diperkirakan masih akan berkembang dengan puncak kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026, di tengah potensi menguatnya fenomena El Nino.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan sebanyak 48,9 persen wilayah Indonesia berdasarkan Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau.

Tidak hanya itu, BMKG juga mencatat sekitar 47,16 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah kondisi normal.

“Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Juli hingga September,” ujar Ardhasena, Sabtu (4/7/2026).

BMKG memperkirakan kondisi akan semakin menantang dalam beberapa bulan ke depan. Pada periode Juli hingga Oktober 2026, lebih dari 80 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal.

BACA JUGA  Boalemo Gorontalo Diguncang Gempa 5,2 Magnitudo

Menurut BMKG, salah satu pemicu utama kondisi tersebut adalah berkembangnya fenomena El Nino yang berdasarkan prediksi terbaru berpotensi mencapai intensitas kuat.

“Kondisi ini diprediksi dapat mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih kering dan lebih panjang,” kata Ardhasena.

Kemarau yang lebih panjang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, serta memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah yang rawan. Besarnya dampak di setiap wilayah tetap bergantung pada kondisi setempat dan langkah mitigasi yang dilakukan.

BMKG mengimbau masyarakat, terutama pelaku sektor pertanian, mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini. Penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering, serta diversifikasi tanaman menjadi beberapa strategi yang disarankan untuk mengurangi risiko gagal panen.

BACA JUGA  BMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan pada Sabtu, Kepulauan Seribu Diguyur Hujan Ringan

Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan air secara lebih bijak dan terus memantau perkembangan informasi cuaca serta iklim yang diperbarui secara berkala.

“BMKG terus memantau perkembangan iklim dan memperbarui informasi iklim serta prediksi setiap 10 hari. Pantau selalu informasi resmi BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan agar dampak kemarau dan El Nino dapat diantisipasi sejak dini,” tegas Ardhasena.

BMKG menekankan bahwa prakiraan ini bertujuan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, sektor pertanian, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menyusun langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal di banyak wilayah Indonesia. (Irawan/Mun)

TRENDING