Connect with us

NASIONAL

Usai OTT Bupati Pemalang, KPK Segel Sejumlah Lokasi dan Sita Uang Rp2 Miliar

Aktualitas.id -

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). AKTUALITAS.ID / Kiki Budi Hartawan.

AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah lokasi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, setelah menggelar operasi tangkap tangan terkait dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan lokasi dan barang bukti sebelum penyidik melakukan penggeledahan.

“Dalam peristiwa tangkap tangan ini, benar, tim juga sudah menyegel beberapa lokasi di Pemalang,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026).

Budi belum mengungkap secara terperinci lokasi dan ruangan yang telah dipasangi segel. KPK juga belum memastikan apakah penyegelan mencakup rumah dinas maupun ruang kerja Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

“Untuk detail ruangan-ruangan yang dilakukan penyegelan akan kami perbarui,” ujar Budi.

Penyegelan merupakan langkah awal untuk menjaga kondisi lokasi yang berkaitan dengan perkara. Penyidik dapat membuka segel ketika melakukan penggeledahan guna mencari dokumen, catatan transaksi, alat komunikasi, serta barang bukti lainnya.

BACA JUGA  Meski Walkot Tanjungbalai Segera Disidang, KPK Tetap Usut Azis Syamsuddin

KPK membenarkan operasi tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pelaksanaan proyek di Kabupaten Pemalang. Penyidik juga mendalami dugaan jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerah.

“Di antaranya itu karena ini berkaitan dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pemalang,” kata Budi saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan pihak dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

KPK belum menguraikan proyek yang menjadi objek penyelidikan. Lembaga antirasuah itu juga masih menyusun konstruksi perkara dan menelusuri kemungkinan adanya penyuapan atau pemerasan dalam pengaturan proyek serta jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang.

Sebanyak 21 orang diamankan dalam rangkaian OTT tersebut. Lima orang ditangkap di Jakarta, 15 orang di Kabupaten Pemalang, dan satu orang lainnya diamankan di Purworejo.

Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro. KPK menangkap Anom di Jakarta sebelum membawanya ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA  Setyo Budiyanto Terpilih Sebagai Ketua KPK Periode 2024-2029 

Dari 21 orang tersebut, sebanyak 12 pihak telah dibawa ke Jakarta. Mereka terdiri atas lima orang yang diamankan di Jakarta, enam orang dari Pemalang, dan satu orang dari Purworejo.

Tujuh orang lainnya, yang terdiri atas enam pihak dari Pemalang dan satu pihak dari Purworejo, masih dalam perjalanan menuju Jakarta ketika KPK menyampaikan perkembangan penanganan perkara. Pihak-pihak tersebut akan diperiksa untuk mengklarifikasi peran dan keterkaitannya dalam dugaan korupsi.

Selain mengamankan puluhan orang, penyidik menyita uang tunai sekitar Rp2 miliar. KPK belum menjelaskan mata uang, pecahan, lokasi penemuan, maupun pihak yang menguasai uang tersebut ketika operasi berlangsung.

Uang itu diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani. Penyidik masih melakukan penghitungan dan pemeriksaan untuk memastikan sumber, tujuan, serta hubungan uang dengan proyek atau pengisian jabatan di Pemkab Pemalang.

BACA JUGA  Bupati Kudus Ditangkap KPK

KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti lain. Namun, rincian barang tersebut belum disampaikan karena proses pemeriksaan para pihak masih berlangsung.

Lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum orang-orang yang diamankan. Dalam batas waktu tersebut, penyidik akan memeriksa keterangan para pihak dan mencocokkannya dengan bukti yang ditemukan.

KPK selanjutnya akan mengumumkan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, dan barang bukti dalam konferensi pers. Para pihak yang belum ditetapkan sebagai tersangka dapat dipulangkan apabila keterangannya tidak memenuhi unsur untuk diproses lebih lanjut.

Operasi di Pemalang tersebut menambah daftar kepala daerah yang terjaring OTT KPK. Penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap pola pemberian uang, pihak yang diduga menjadi pemberi dan penerima, serta proyek maupun jabatan yang menjadi objek transaksi.

TRENDING