Connect with us

NUSANTARA

BMKG: El Nino Kategori Kuat Berpotensi Keringkan Sangihe

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, menghadapi ancaman musim kemarau yang lebih kering akibat fenomena El Nino berkategori kuat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kondisi ini berpotensi memicu penurunan curah hujan, meningkatkan risiko krisis air bersih, serta memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang puncak musim kemarau.

Kepala BMKG Naha Kabupaten Kepulauan Sangihe, Astrid Lasut, mengatakan indikator iklim terbaru menunjukkan anomali El Nino telah berada pada kategori kuat dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik.

“Indikator terkini menunjukkan El Nino berada pada level kuat dengan suhu permukaan laut Pasifik yang meningkat tajam. Puncak kekeringan ini diprakirakan dominan terjadi pada Agustus hingga September 2026,” kata Astrid dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

BACA JUGA  BMKG Prediksi Tiga Hari ke Depan Kalsel Dilanda Cuaca Ekstrem

Menurutnya, wilayah kepulauan seperti Sangihe diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dibandingkan kondisi normal sehingga pengelolaan cadangan air menjadi sangat penting.

“Wilayah kepulauan seperti Sangihe akan merasakan dampak durasi kemarau yang lebih kering dari kondisi biasanya, sehingga sinergi dan efisiensi cadangan air harus diutamakan,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Stasiun Meteorologi Kelas III Naha terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila dampak kekeringan semakin meluas, termasuk rencana distribusi air bersih dan logistik darurat ke wilayah yang terdampak.

BACA JUGA  Nikmati Matahari Penuh! BMKG Sebut Cuaca Jakarta Cerah Sepanjang Hari

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu Labesi, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta kondisi sumber-sumber air yang mulai mengalami penurunan debit.

Selain melakukan pemantauan lapangan bersama Forkopimda, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Sangihe agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar selama puncak kemarau karena vegetasi sangat kering dan berpotensi memicu kebakaran hutan maupun lahan,” tegas Wandu.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dengan menghemat penggunaan air bersih serta mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG dan BPBD.

BACA JUGA  BMKG Minta Daerah Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem

Dengan potensi musim kemarau yang lebih panjang, koordinasi antara pemerintah, aparat kebencanaan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak kekeringan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah kepulauan tersebut. (Kusuma/Mun)

TRENDING