Connect with us

NASIONAL

BNN Ungkap Kapal Narkoba Berganti Nama Berkali-kali

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Siasat licik jaringan narkoba internasional yang mencoba mengelabuhi petugas di perairan Indonesia akhirnya berujung derita. Tim gabungan BNN RI, Bea Cukai Karimun, dan Polda Kepulauan Riau berhasil menyergap kapal MV Ocean Porter yang kedapatan mengangkut narkoba cair dalam jumlah fantastis, yakni sebanyak 2,6 ton.

Untuk meloloskan barang haram tersebut, kapal berbendera Tanzania itu kedapatan berulang kali berganti identitas dan memanipulasi rute pelayaran internasional.

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa pembongkaran kasus raksasa ini berawal dari terdeteksinya anomali pergerakan kapal sejak akhir tahun lalu.

“Adanya anomali record pada kapal sejak bulan Desember 2025 yang menjadi perhatian serius kami, karena wilayah Selat Malaka dan perairan Kepulauan Riau merupakan jalur strategis internasional yang sangat rawan dimanfaatkan jaringan narkotika,” tegas Suyudi saat konferensi pers di Batam, Jumat (21/8/2026).

BACA JUGA  BNN Gagalkan Penyeludupan 19 Kilogram Sabu di Sulawesi Tengah

Melalui pemantauan ketat via sistem marine traffic, tim gabungan menemukan indikasi kuat bahwa kapal sasaran bertindak bak ‘bunglon’ di lautan. Kapal tersebut diketahui berkali-kali mengubah namanya guna memutus pelacakan aparat keamanan.

“Kami mendeteksi pergerakan kapal mulai dari nama Hongran 2, yang kerap berganti nama menjadi RACEWIND, kemudian berganti lagi menjadi Rain Maker, dan yang terakhir menyamar sebagai MV Ocean Porter,” papar Suyudi.

Tak hanya kerap berganti nama, kapal hantu ini juga menunjukkan rute pelayaran liar yang sangat mencurigakan. Kapal terpantau melintasi perairan Taiwan, Filipina, Sarawak, Laut China Selatan, Thailand, hingga akhirnya nekat menyusup masuk ke kawasan Selat Malaka.

Mendapati pergerakan yang makin mencurigakan, tim gabungan tak membuang waktu dan langsung meluncurkan operasi penyergapan cepat.

BACA JUGA  Usai Ambil Paket Kiriman, BNN Tangkap Penyelundup Simpan Sabu dalam Permen Wafer Cokelat

“Kami langsung bergerak cepat menuju titik sasaran. Pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 05.15 WIB, tim gabungan BNN RI bergerak menuju Tanjung Balai Karimun untuk mengepung dan menghentikan pergerakan kapal,” pungkas Suyudi.

Saat ini, kapal beserta seluruh muatan narkoba cair bernilai fantastis tersebut telah diamankan oleh pihak berwajib untuk proses hukum dan pengembangan jaringan lebih lanjut. (Bowo/Mun)

TRENDING