Connect with us

NASIONAL

Kaltim Membara, Hotspot Tembus 9.861

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini berada dalam kondisi siaga merah setelah dikepung nyaris 10 ribu titik panas (hotspot). Catatan mengerikan ini bahkan resmi mematahkan rekor kelam bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat fenomena El Nino melanda pada 2015 silam.

Data Stasiun Meteorologi BMKG mencatat, hingga 19 Agustus 2026, akumulasi titik panas di Kaltim sudah menembus angka 9.861 titik. Jumlah ini secara mengejutkan melampaui rekor Agustus 2015 yang mencatatkan 9.793 titik panas.

Kondisi terparah saat ini terkonsentrasi di Kabupaten Paser dan Kabupaten Berau yang terus membara dan dipantau ketat oleh tim gabungan.

“Berdasarkan pemantauan hari ini di lapangan, kami mencatat keberadaan 24 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, di Samarinda, Jumat (21/8/2026).

Di balik amukan si jago merah, para petugas di lapangan harus berjibaku menembus medan yang sangat sulit. Minimnya akses jalan membuat armada tangki pemadam tak mampu menjangkau pusat titik api secara langsung.

Demi memadamkan kobaran api, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terpaksa mengandalkan peralatan portabel dan bekerja ekstra keras.

“Para petugas kami terpaksa menggunakan tangki air portabel bongkar pasang dan menyambung selang hingga sepanjang 200 meter demi membasahi lahan,” ungkap Buyung.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih meluas termasuk ancaman kabut asap ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) Pemerintah Daerah Kaltim kini tengah bergerak cepat merancang usulan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hujan buatan dipandang menjadi satu-satunya solusi krusial untuk membasahi hamparan lahan gambut yang rawan terbakar sekaligus mengisi kembali embung-embung pertanian warga yang mulai mengering.

“Lonjakan kemunculan titik api menjadi evaluasi bagi kami untuk terus menyiagakan posko penanggulangan hingga tingkat tapak,” pungkasnya. (Bowo/Mun)

Continue Reading

TRENDING