Connect with us

RIAU

25 Hari Neraka di Kerumutan, Tim Gabungan Nekat Terjang Kobaran Api Demi Selamatkan Riau

Aktualitas.id -

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K.,

AKTUALITAS.ID – Perang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, belum berakhir. Memasuki hari ke-25, tim gabungan masih berjibaku menahan laju api agar tidak semakin meluas.

Di tengah medan yang sulit dan ancaman bara yang sewaktu-waktu dapat kembali menyala, aparat mengerahkan berbagai strategi. Dari darat, petugas membangun embung sebagai sumber air, melakukan penyekatan area rawan, hingga pendinginan titik-titik bekas kebakaran. Dari udara, operasi water bombing terus digencarkan untuk menjangkau kawasan yang sulit ditembus melalui jalur darat, Senin (24/8/2026).

Tim gabungan yang terdiri dari Polres Pelalawan, Polda Riau, BPBD, TNI, serta unsur masyarakat terus bergerak tanpa henti di lapangan. Fokusnya satu: memadamkan api dan mencegah kebakaran menjalar ke wilayah yang lebih luas.

BACA JUGA  Kapolda Kalbar Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K., yang ditemui di lokasi kebakaran, mengatakan pembangunan embung menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bagi petugas.

Keberadaan embung dinilai sangat penting, terutama untuk mendukung operasi pemadaman di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Tak hanya itu, tim di lapangan juga melakukan penyekatan untuk membatasi pergerakan api. Titik-titik rawan terus dipantau, sementara lahan yang telah terbakar menjalani proses pendinginan guna mencegah bara kembali memicu kebakaran baru.

“Dukungan dari udara juga terus dilakukan melalui operasi water bombing untuk membantu menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses dari darat,” ujar Kapolres.

Kolaborasi antara personel darat dan dukungan udara menjadi salah satu kunci dalam operasi pemadaman. Namun perjuangan belum ringan. Kondisi lapangan yang menantang membuat setiap personel harus bekerja ekstra keras untuk memastikan api benar-benar terkendali.

BACA JUGA  Wabup Muba Sebut ada Tiga Hal untuk Cegah Karhutla

Selama 25 hari terakhir, Kerumutan menjadi salah satu titik perjuangan serius dalam menghadapi ancaman karhutla. Api bukan hanya harus dipadamkan, tetapi juga dicegah agar tidak kembali muncul dan meluas.

Sinergi polisi, TNI, BPBD, masyarakat, dan seluruh unsur terkait menjadi benteng utama menghadapi ancaman tersebut. Di tengah panas dan asap yang menyelimuti kawasan terdampak, para petugas terus bertahan.

Targetnya jelas: api harus padam, hutan harus terlindungi, dan masyarakat harus dijauhkan dari ancaman dampak karhutla yang lebih besar.

Perjuangan di Kerumutan pun belum usai. Selama bara masih berpotensi menyala, tim gabungan memastikan langkah pemadaman dan pencegahan akan terus dilakukan tanpa kompromi. (Irawan/Mun)

BACA JUGA  KLH Kumpulkan 400 Perusahaan, Ancam Sanksi Berat jika Kebakaran Lahan Terjadi akibat Kelalaian

TRENDING