Connect with us

NUSANTARA

Ratusan Hektare Tahura Arjuno Hangus Dilalap Api

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengamuk di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo, Kompleks Gunung Arjuno-Welirang, kian memprihatinkan. Hingga kini, diperkirakan sedikitnya 146 hektare lahan hijau ludes dilalap si jago merah.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan taksiran sementara. Proses penghitungan pasti baru akan dieksekusi setelah kobaran api benar-benar dijinakkan.

“Perkiraan terdampak sekitar 140-an hektare untuk rilis awal ini. Kita masih terus memperbarui data,” tegas Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Upaya pemadaman darat kini menghadapi dinding tebal. Titik api tersisa mengurung area lereng terjal menuju Puncak Arjuno. Ketinggian ekstrem dan sudut kemiringan medan yang mencapai 60 hingga 70 derajat membuat personel pemadam harus bertaruh nyawa jika memaksa masuk lewat darat.

BACA JUGA  Karhutla Sumsel Naik Gila-Gilaan Dibanding Tahun Lalu

Melihat kondisi darurat tersebut, tim gabungan mengambil langkah agresif: Gempuran dari Udara (Water Bombing).

Satu unit helikopter helitack bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkapasitas 1.000 liter air dikerahkan penuh untuk menggempur titik api dari langit.

“Operasi water bombing sedang berjalan masif. Titik-titik krusial di Kembar 1, Kembar 2, dan Lapangan Kotak berhasil dipadamkan. Sekarang seluruh fokus dialihkan ke satu titik tersisa yang sangat curam,” terang Jumadi.

Untuk menjaga kestabilan pasokan air dan mempercepat durasi manuver helikopter, pasokan air diserap dari beberapa titik strategis, termasuk kolam Kaliandra, Taman Safari, hingga tandon air BPBD Pasuruan.

Meski kehancuran ekosistem flora dan fauna di kawasan konservasi tersebut belum dihitung secara rinci, pemicu kebakaran mulai mengarah pada satu faktor utama: Aktivitas Manusia.

BACA JUGA  BNPB: Karhutla Parigi Moutong Capai 2 Hektare

Dinas Kehutanan meyakini bahwa sumber api tidak muncul secara gaib di tengah cuaca kering.

“Kalau api yang membawa pasti manusia. Tapi apakah ada unsur kesengajaan atau murni kelalaian, itu yang masih terus didalami,” tegas Jumadi.

Tragedi karhutla di Tahura Raden Soerjo ini diketahui sudah pecah sejak Selasa (18/8/2026). Sebagai langkah antisipasi keselamatan jiwa, seluruh jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total sejak Rabu (19/8/2026) melalui Surat Pengumuman UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026. (Kusuma/Mun)

TRENDING