Connect with us

NUSANTARA

Karhutla Menggila di Jabar Sepanjang Agustus

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ancamannya makin nyata. Musim kemarau bulan ini menyisakan jejak kehancuran di Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat lonjakan drastis bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Agustus 2026, melahap total 196,40 hektare area hijau yang tersebar di 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan.

Data BPBD Jabar menunjukkan Kabupaten Sumedang menjadi wilayah yang paling sering diteror si jago merah. Rekor frekuensi ledakan api di daerah ini menyentuh angka 20 kejadian hanya dalam kurun satu bulan.

“Luas lahan terbakar (di Sumedang) mencapai 21,68 hektare di 11 kecamatan dan 21 desa/kelurahan,” tegas Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, saat dikonfirmasi pada Rabu (26/8/2026).

BACA JUGA  Mulai 27 Juli, Warga Jabar Tak Pakai Masker Didenda

Jika Sumedang memegang rekor frekuensi terbanyak, Kabupaten Sukabumi justru menjadi korban dengan daya rusak terparah. Meski mencatat 12 kejadian, kobaran api di Sukabumi melahap area yang jauh lebih luas hingga mencapai 49,20 hektare di 11 kecamatan.

Ancaman karhutla ini menyebar merata tanpa ampun dari daerah pegunungan hingga pinggiran perkotaan. Berikut rincian sebaran wilayah terdampak:

Kabupaten Sukabumi: 12 Kejadian | 49,20 Hektare Terbakar

Kabupaten Majalengka: 15 Kejadian | 25,91 Hektare Terbakar

Kabupaten Kuningan: 10 Kejadian | 23,80 Hektare Terbakar

Kabupaten Sumedang: 20 Kejadian | 21,68 Hektare Terbakar

Kabupaten Cirebon: 8 Kejadian | 20,73 Hektare Terbakar

Kabupaten Bandung: 13 Kejadian | 16,80 Hektare Terbakar

Kabupaten Subang: 11 Kejadian | 9,53 Hektare Terbakar

BACA JUGA  Jika Tak Dilirik jadi Capres, Ridwan Kamil akan Maju Pilgub Jabar Lagi

Kabupaten Purwakarta: 10 Kejadian | 8,22 Hektare Terbakar

Tak hanya merusak kawasan pedesaan dan hutan perkebunan, amukan api kini mulai mengintai wilayah metropolitan. BPBD mengonfirmasi ledakan karhutla skala kecil juga merembet ke titik-titik padat seperti Kota Sukabumi, Kota Bandung, hingga Kota Depok.

Masyarakat diimbau tetap waspada tinggi dan menghentikan aktivitas pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan di tengah terik kemarau yang masih mengancam. (Kusuma/Mun)

TRENDING