Connect with us

POLITIK

PDIP Santai Hadapi Wacana Pemakzulan Masinton

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – DPP PDI Perjuangan akhirnya buka suara terkait wacana pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu yang kini menjadi sorotan politik di daerah tersebut.

PDIP memilih tak ambil pusing. Partai berlambang banteng itu menilai dorongan pemakzulan terhadap kadernya sebagai dinamika politik biasa yang akan diselesaikan di tingkat daerah.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira meyakini persoalan tersebut dapat ditangani oleh Masinton bersama jajaran Fraksi PDIP di DPRD Tapanuli Tengah.

“Ini dinamika biasa di daerah yang akan diselesaikan oleh Bupati Masinton dan rekan-rekan DPRD-nya di Tapteng,” kata Andreas saat dihubungi, Kamis (10/9/2026).

Sikap santai PDIP itu muncul di tengah menguatnya tekanan politik terhadap Masinton.

BACA JUGA  "Rakyat Marah!" Megawati Larang Keras Kader PDIP Sumbang Baju Bekas ke Korban Bencana

Sebelumnya, lima fraksi partai di DPRD Tapanuli Tengah menyatakan sikap untuk mendorong langkah politik terhadap Masinton, termasuk membuka wacana hingga tingkat pemakzulan.

Kelima partai tersebut adalah NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB.

Mereka menilai roda pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Tengah tidak berjalan optimal. Selain itu, pengelolaan anggaran daerah juga menjadi salah satu persoalan yang disorot.

Juru Bicara lima fraksi, Hazmi Arif Simatupang, sebelumnya menyebut pihaknya menemukan dugaan pengelolaan anggaran yang dinilai buruk.

Tak hanya soal anggaran, penanganan banjir di Tapanuli Tengah juga menjadi perhatian.

Lima fraksi tersebut menilai respons pemerintah daerah terhadap bencana berjalan lambat dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak belum maksimal.

BACA JUGA  Politikus PDIP Desak Penulisan Ulang Transparan dan Akuntabel

“Kami juga mewacanakan serta mempertimbangkan untuk mengambil sikap politik melalui DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah sampai pada tingkat pemakzulan terhadap Bupati Masinton Pasaribu,” kata Hazmi, Sabtu (5/9/2026).

Namun, peta politik belakangan berubah.

Partai Gerindra kemudian menarik sikapnya dan menyatakan tidak lagi terlibat dalam pernyataan bersama terkait wacana pemakzulan Masinton.

Dengan mundurnya Gerindra, dorongan politik terhadap Bupati Tapanuli Tengah itu pun mengalami perubahan konfigurasi.

Meski demikian, Andreas belum memberikan penjelasan lebih jauh ketika ditanya mengenai sikap sejumlah fraksi lain yang masih belum menarik dukungannya terhadap wacana tersebut.

Ia juga tidak merinci alasan keyakinannya bahwa persoalan tersebut akan selesai dan wacana pemakzulan tidak berlanjut.

BACA JUGA  Jaga Mandat Rakyat, PDIP Pastikan Tolak Pilkada Lewat DPRD

Situasi politik di Tapanuli Tengah kini menjadi perhatian, terutama setelah muncul kritik terhadap kepemimpinan Masinton, pengelolaan anggaran daerah, hingga penanganan bencana.

PDIP sendiri memilih merespons tekanan tersebut dengan tenang dan menyebutnya sebagai dinamika politik biasa. (Andrey/Mun)

TRENDING