POLITIK
Megawati: Tambang Bukan Untuk Segelintir Orang
AKTUALITAS.ID – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengecam keras maraknya praktik pengerukan tambang dan pembalatan hutan secara masif di Indonesia. Ia menilai eksploitasi sumber daya alam (SDA) saat ini hanya mengeruk keuntungan bagi segelintir individu, alih-alih menyejahterakan rakyat.
Megawati melontarkan peringatan tajam bahwa kerakusan pengolahan tambang di darat maupun laut tanpa perencanaan matang akan mewariskan kemiskinan bagi generasi penerus.
“Lah gimana nanti anak cucu kita miskinlah,” ujar Megawati saat menyampaikan amanat upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026).
Menurut Megawati, kekayaan alam Indonesia semestinya dikelola terstruktur melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Abad 21. Ia mengungkapkan bahwa rancangan induk pembangunan tersebut sejatinya telah dirumuskan secara matang pada era Presiden Soekarno dengan melibatkan lebih dari 600 pakar dan doktor.
Namun, Megawati menyayangkan konsep strategis tersebut diabaikan sewaktu rezim berkuasa berganti.
“Sudah dibuat oleh 600 doktor, tapi pada zaman Pak Harto tidak dipakai, disembunyikan, dibuang begitu saja,” tegasnya.
Melihat ancaman krisis ekologis dan ketimpangan ekonomi yang kian mengkhawatirkan, Megawati memastikan bakal mengambil langkah politik tegas. Ia berjanji akan menginstruksikan seluruh jajaran partai dalam Kongres PDIP mendatang untuk kembali menghidupkan dan memperjuangkan konsep pembangunan berdikari tersebut. (Andrey/Mun)
-
OASE16/09/2026 05:00 WIBTernyata Ini Alasan Alam Gaib Disembunyikan dari Manusia
-
RIAU16/09/2026 07:30 WIBPekanbaru Tersedak Asap PM2.5 143,4
-
NASIONAL16/09/2026 09:00 WIBDPR Dorong BRAN Jadi Pengendali Konflik Tanah
-
RIAU16/09/2026 08:30 WIBNoki Loviko: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban Narkoba
-
NASIONAL16/09/2026 10:00 WIBSarifah: Jangan Sampai Korban Siber Malah Terjerat
-
NASIONAL16/09/2026 11:00 WIBFelly: Jangan Bicara Stunting Kalau Air Bersih Saja Belum Bisa
-
DUNIA16/09/2026 00:00 WIBPuluhan Rudal Houthi Hantam Saudi
-
DUNIA16/09/2026 08:00 WIBSaudi Tegaskan Siap Hadapi Houthi

















