POLITIK
Demokrat Diminta Tak Terjebak Nostalgia Masa Kepemimpinan SBY
AKTUALITAS.ID – Menyongsong usia ke-25 tahun, Partai Demokrat mematok target besar untuk memperkuat posisi politik dan merebut kembali kepercayaan publik pada Pemilu 2029. Namun, momentum seperempat abad ini diingatkan agar tidak berhenti sekadar pada perayaan seremonial atau nostalgia kejayaan masa lampau.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jemmy Setiawan, menegaskan bahwa optimisme politik harus dibangun di atas fondasi yang kokoh, mulai dari kepemimpinan, pengalaman organisasi, hingga kerja politik nyata di tengah masyarakat.
“Saya melihat harapan itu ada. Namun, dalam politik, harapan tidak cukup dibangun dari optimisme. Harapan harus memiliki fondasi,” ujar Jemmy dalam refleksi menjelang HUT partai, Sabtu (12/9/2026).
Jemmy memetakan empat modal utama yang dimiliki Demokrat saat ini: pengalaman dan warisan kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), penguatan struktur partai, serta manajemen organisasi yang efektif.
Menurutnya, pengalaman SBY memimpin pemerintahan selama dua periode adalah aset pengetahuan kelembagaan yang sangat berharga dalam menghadapi krisis dan tata kelola negara. Kendati demikian, ia mengingatkan agar kader tidak terlena.
“Tidak ada zaman yang dapat diulang persis sama. Tantangan Indonesia hari ini berbeda dengan Indonesia dua dekade lalu,” tegasnya.
Di sisi lain, regenerasi kepemimpinan di bawah komando AHY dinilai menjadi jembatan krusial untuk merangkul pemilih muda yang mendominasi peta politik saat ini. AHY didorong untuk menghadirkan gagasan dan cara kerja baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Jemmy secara khusus menyoroti pentingnya merapatkan barisan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput. Ia menilai partai politik tidak boleh hanya hidup di kalangan elite, melainkan wajib hadir langsung menyelesaikan persoalan rakyat.
“DPP, DPD, DPC, struktur di bawahnya, anggota legislatif, hingga jejaring relawan dan simpatisan harus mulai bergerak dalam irama yang sama,” kata Jemmy.
Ia menekankan bahwa konsolidasi sejati tidak diwujudkan lewat rapat formal, melainkan ketika kader turun ke lapangan, mendengarkan keluhan warga, dan membantu mencarikan solusinya.
Mengakhiri refleksinya, Jemmy mengingatkan bahwa tidak ada jaminan kemenangan instan dalam sistem demokrasi yang kompetitif. Kepercayaan rakyat, kata dia, tidak bisa diwariskan begitu saja.
“Dalam demokrasi tidak ada deposito suara. Kepercayaan rakyat tidak dapat diwariskan dari seorang tokoh kepada tokoh lainnya,” pungkas Jemmy, menegaskan pentingnya kerja nyata bagi seluruh kader Demokrat. (Firman/Mun)
-
RIAU12/09/2026 17:30 WIBPolisi Bongkar Pondok Kayu Diduga Markas Transaksi Sabu
-
JABODETABEK12/09/2026 13:30 WIBPemuda Semarang Ditangkap Usai Bawa Kabur Bocah SD
-
RIAU12/09/2026 16:30 WIBTempat Hiburan Malam Pekanbaru Dirazia Polisi
-
DUNIA12/09/2026 18:00 WIBPartai Republik Sendiri Syok! Janji Trump Bikin Bangkrut AS
-
EKBIS12/09/2026 20:00 WIBLuhut: 50 Juta Warga Miskin Masuk Data Bansos Digital
-
NUSANTARA12/09/2026 19:00 WIB193 Siswa Sakit, Ayam Bumbu Kuning MBG Toraja Positif Bakteri E. Coli
-
DUNIA12/09/2026 15:00 WIBIsrael Klaim Bom Terowongan Hizbullah
-
RAGAM12/09/2026 14:00 WIBMisteri 12 September 1984: Saat Darah Tumpah dan Tentara Berondong Massa di Tanjung Priok

















