Connect with us

DUNIA

Demo Siswa Meledak, 2.000 Orang Ditangkap di Prancis

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Gelombang aksi protes yang bermula dari keluhan siswa terkait krisis pendidikan berubah menjadi kerusuhan besar di berbagai wilayah Prancis. Pemerintah Prancis mengungkap hampir 2.000 orang telah ditangkap sejak demonstrasi meletus dan berkembang menjadi gangguan keamanan berskala nasional.

Aksi yang awalnya berlangsung di Paris sejak September lalu dipicu oleh keluhan mengenai kekurangan tenaga pengajar serta buruknya kondisi sejumlah bangunan sekolah. Namun dalam beberapa hari terakhir, demonstrasi berkembang menjadi kerusuhan yang disertai bentrokan dengan aparat keamanan.

Menteri Kehakiman Prancis, Gerald Darmanin, menyebut sebagian peserta aksi yang terlibat kerusuhan diduga bukan lagi siswa sekolah menengah.

“Ada minoritas yang aktif dan melakukan kekerasan. Kami bahkan tidak yakin apakah mereka adalah siswa sekolah menengah atas,” ujarnya.

BACA JUGA  Bahas Nasib Perantau, Gubernur Papua Bertemu Wagub Sumbar

Menurut Darmanin, hampir 2.000 orang telah diamankan sejak aksi dimulai. Dari jumlah tersebut, sekitar dua pertiga di antaranya ditahan oleh kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pemerintah menilai situasi saat ini telah berubah dari sekadar aksi demonstrasi pelajar menjadi masalah ketertiban umum yang serius.

“Ini telah beralih dari demonstrasi siswa SMA menjadi gangguan ketertiban umum. Orang-orang menargetkan bus dan membakar sekolah. Itu bukan lagi sekadar masalah protes,” katanya.

Kerusuhan dilaporkan meningkat sejak Rabu (30/9/2026). Sejumlah fasilitas publik dan properti menjadi sasaran perusakan. Video-video yang beredar di media sosial memperlihatkan bentrokan antara massa dan polisi, bahkan terdapat rekaman yang menunjukkan seorang guru menjadi korban serangan massa.

BACA JUGA  Aksi di Wamena Ricuh, Polisi Cari Penyebar Hoaks

Pada Kamis (1/10/2026), ketegangan meningkat di sejumlah kota. Bentrokan dengan aparat terjadi di berbagai titik, sementara mahasiswa mulai bergabung ke dalam gelombang protes yang sebelumnya didominasi oleh siswa sekolah.

Laporan sejumlah media internasional menyebut lembaga intelijen Prancis menduga terdapat keterlibatan kelompok politik tertentu yang memanfaatkan situasi untuk memperbesar kerusuhan. Namun tuduhan tersebut dibantah oleh sejumlah anggota parlemen.

Di balik kerusuhan yang terjadi, akar persoalan disebut berasal dari sektor pendidikan yang mengalami tekanan serius. Para pelajar mengeluhkan banyak posisi guru yang kosong tidak segera digantikan. Selain itu, kondisi sejumlah gedung sekolah yang rusak juga menjadi sorotan utama dalam tuntutan mereka.

Situasi yang terus memanas membuat aparat keamanan meningkatkan pengamanan di berbagai kota. Pemerintah Prancis kini menghadapi tekanan besar untuk meredam kerusuhan sekaligus menjawab tuntutan mengenai perbaikan sektor pendidikan yang menjadi pemicu awal gelombang protes tersebut.

BACA JUGA  Jika Tak Miliki Pernyataan Konstruktif, Kepala Polisi AS Minta Trump Diam Daripada Perkeruh Demo

Dengan ribuan orang telah ditangkap dan bentrokan masih terjadi di sejumlah wilayah, Prancis kini menghadapi salah satu gelombang demonstrasi pelajar terbesar dalam beberapa tahun terakhir. (Mun)

TRENDING