NASIONAL
Kepercayaan Publik Pulih Pasca Kerusuhan, Kompolnas Ingatkan Polri Jaga Jati Diri Institusi Sipil
AKTUALITAS.ID – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyambut baik hasil Survei Litbang Kompas Oktober 2025 yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai angka tinggi 76,2%. Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif dan momen krusial untuk menjaga konsistensi reformasi pelayanan.
Menurut Anam, tingginya angka kepercayaan 76,2% ini mencerminkan peningkatan profesionalitas, humanisme, dan kualitas pengabdian yang telah ditunjukkan Polri dalam berbagai layanan publik dan operasi.
“Ketika profesionalitas, humanisme, dan pengabdian benar-benar dijalankan, masyarakat akan memberikan penilaian yang baik. Angka ini menjadi momen penting di tengah dinamika yang terjadi belakangan ini,” ujar Anam, Sabtu (15/11).
Angka Pulih Pasca Kerusuhan Besar
Kepercayaan publik yang kini mencapai 76,2% dalam survei yang dilakukan pada 9-16 Oktober 2025 ini menunjukkan pemulihan signifikan. Sebelumnya, kepercayaan publik sempat merosot tajam pasca kerusuhan besar yang terjadi pada akhir Agustus lalu.
Survei Litbang Kompas juga mencatat bahwa kenaikan kepercayaan ini sejalan dengan meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Polri, yang kini berada di angka 65,1%. Survei tersebut melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi dengan margin of error ±2,83%.
Kompolnas Desak Penguatan Identitas Sipil
Menanggapi capaian ini, Kompolnas mengingatkan bahwa tingginya kepercayaan publik juga menuntut Polri untuk terus memperkuat identitasnya sebagai institusi sipil.
Anam menegaskan bahwa sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga tertib sosial dan penegakan hukum, Polri harus menjadikan momentum ini sebagai energi untuk perbaikan berkelanjutan.
“Kepercayaan publik yang terus tumbuh harus menjadi pengingat bahwa Polri adalah institusi sipil. Polri harus terus mengedepankan humanisme dan memberikan layanan yang semakin profesional bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap seluruh jajaran Polri dapat menjauhi kekerasan yang tidak perlu, dan terus memperkuat pendekatan humanis dalam menjalankan tugas, sesuai dengan karakter kepolisian di negara demokratis. (Wibowo/Mun)
-
NUSANTARA14/12/2025 07:30 WIBBNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di 3 Provinsi Sumatra Capai 1.006 Jiwa
-
EKBIS14/12/2025 09:30 WIBResmi Berubah Hari Ini! Cek Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Minggu 14 Desember 2025
-
OLAHRAGA13/12/2025 22:00 WIBAjang MFoS di Sirkuit Mandalika Dimeriahkan Mobil Formula 4
-
NASIONAL14/12/2025 07:00 WIBAnggota DPR Sebut Perlindungan Kebebasan Sipil Indonesia Buruk
-
DUNIA14/12/2025 08:00 WIBSekjen PBB : Perluasan Permukiman Israel Ancam Kelangsungan Negara Palestina
-
OASE14/12/2025 05:00 WIBKandungan Surat Al-Mumtahanah: Kisah Nabi Ibrahim Jadi Teladan bagi Orang Beriman
-
EKBIS14/12/2025 10:30 WIBAkhir Pekan Kuat, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Setelah Menguat 2,2% Sepekan
-
NASIONAL14/12/2025 09:00 WIBMahfud MD Sebut Perpol 10/2025 Tidak Memiliki Landasan Hukum

















