NUSANTARA
KKB Yamue Diduga Dalang Pembantaian 10 Pendulang Emas
AKTUALITAS.ID – Tragedi brutal mengguncang Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Sedikitnya 10 pendulang emas dilaporkan tewas dalam insiden penyerangan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Senin (18/5/2026). Jumlah korban dikhawatirkan masih bertambah seiring masih adanya pendulang yang hilang di kawasan hutan.
Data sementara Satgas Operasi Damai Cartenz menyebutkan para korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area tambang ilegal yang berada di tengah hutan lebat Papua Pegunungan.
Dari hasil analisis awal, pelaku diduga merupakan KKB Batalyon Yamue yang dipimpin Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka. Kelompok ini diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan persenjataan berupa senjata api laras panjang jenis AR-15 dan senjata rakitan.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan fokus utama saat ini adalah evakuasi korban serta pengejaran terhadap kelompok pelaku.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Lokasi kejadian yang berada di wilayah terpencil dengan akses sulit membuat proses evakuasi berjalan penuh tantangan. Jalur menuju titik kejadian harus ditembus melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, dengan metode pembukaan jalur di tengah hutan lebat.
Posko utama dan titik evakuasi sementara kini dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih belum ditemukan.
Selain evakuasi korban meninggal, aparat juga masih melakukan penyisiran terhadap pendulang emas yang dilaporkan selamat namun masih bersembunyi di kawasan hutan karena takut serangan lanjutan.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal di wilayah rawan konflik karena sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Hingga kini, aparat keamanan masih terus melakukan operasi di lapangan untuk memastikan kondisi wilayah tetap terkendali serta mengevakuasi seluruh korban yang terdampak dalam insiden berdarah tersebut. (Kusuma/Mun)
-
RIAU22/08/2026 21:10 WIBMenteri LH Cek Karhutla Kampar, Kapolda Riau Paparkan Dashboard Green Policing
-
DUNIA22/08/2026 21:00 WIBTentara Bayaran Israel Diduga Incar Tokoh Muslim Inggris
-
RIAU22/08/2026 21:45 WIBWarga Rangsang Keluhkan Listrik Sering Padam, PLN Diminta Berikan Solusi Permanen
-
NUSANTARA22/08/2026 23:00 WIBTuris Inggris Tewas Dikeroyok di Kuta Bali
-
NASIONAL23/08/2026 06:00 WIBBukan Kaleng-kaleng, Ariawan Sabet Gelar Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif
-
DUNIA23/08/2026 08:00 WIB16 Nyawa Melayang dalam Serangan Drone Rusia
-
NUSANTARA23/08/2026 10:00 WIBKarhutla Sumsel Tembus 1.926 Ha
-
JABODETABEK22/08/2026 22:00 WIBAnggota TNI AL Dianiaya Usai Senggolan Motor

















