Connect with us

DUNIA

Iran Kembali Eksekusi Pria Terkait Demo Antipemerintah

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Otoritas Iran kembali menjalankan “mesin eksekusinya” tanpa pandang bulu. Seorang demonstran antipemerintah bernama Siavash Jamshidi resmi dieksekusi mati pada Sabtu (3/10/2026) waktu setempat setelah didakwa menembaki polisi di tengah kerusuhan massal pada Januari lalu.

Lembaga Peradilan Iran menjatuhkan hukuman mati kepada Jamshidi atas dakwaan Moharebeh istilah hukum syariat yang berarti “melancarkan perang melawan Tuhan”. Ia dinyatakan sah dan meyakinkan telah mengacungkan serta menembakkan senjata api, sekaligus melakukan konspirasi tingkat tinggi untuk mengacaukan keamanan nasional.

Situs web resmi peradilan Iran, Mizan Online, mengungkap bahwa rekam jejak Jamshidi tidak hanya sebatas urusan politik. Ia juga divonis atas kejahatan kriminal berat lainnya, mulai dari kepemilikan senjata militer ilegal, penipuan, pencurian, hingga keterlibatan dalam sindikat penculikan dan penganiayaan fisik.

BACA JUGA  TNI Siapkan Tim Khusus Evakuasi WNI dari Iran

Eksekusi Jamshidi tidak lepas dari buntut panjang demonstrasi massal yang meledak sejak Desember 2025 akibat krisis biaya hidup. Puncak kerusuhan pada 8-9 Januari 2026 tersebut berubah menjadi medan pembantaian yang dilaporkan merenggut nyawa lebih dari 3.000 orang.

Teheran bersikeras bahwa kerusuhan tersebut adalah “aksi teroris” yang ditunggangi oleh Amerika Serikat dan Israel. Sebaliknya, sejumlah LSM HAM internasional menuding aparat keamanan Iran-lah yang secara brutal memberondong para demonstran dengan peluru tajam.

Tensi panas ini berujung pada pecahnya perang terbuka di Timur Tengah, menyusul ancaman intervensi militer Presiden AS Donald Trump yang direalisasikan lewat serangan gabungan AS-Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu.

BACA JUGA  Iran Naikkan Isu Serangan AS ke DK PBB

Di tengah kecamuk perang, rezim Iran justru semakin agresif “membersihkan” para pembangkang. Data dari LSM Iran Human Rights dan Together Against the Death Penalty mencatat rekor mengerikan: Iran telah mengeksekusi sedikitnya 1.639 orang sepanjang 2025, angka tertinggi sejak 1989. Amnesty International bahkan menetapkan Iran sebagai negara algojo nomor dua di dunia, tepat di bawah China. (Mun)

TRENDING