Connect with us

OASE

Al-Qur’an Sudah Ingatkan Bahaya Rusaknya Hutan Sejak Ribuan Tahun Lalu

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Bencana alam silih berganti. Banjir bandang, tanah longsor, hingga kabut asap seolah menjadi “langganan” tiap tahunnya. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa krisis ekologi ini sudah jauh hari diperingatkan dengan sangat tajam di dalam Al-Qur’an?

Ironisnya, manusia yang ditunjuk sebagai Khalifah (pemimpin dan penjaga) di bumi, justru sering kali menjadi aktor utama di balik kerusakan tersebut. Al-Qur’an mungkin jarang menyebut kata “hutan” secara langsung—kecuali dalam kisah epik Nabi Yusuf—namun kitab suci ini menaruh perhatian luar biasa pada kebun, pepohonan, dan ekosistem penopang kehidupan.

Manusia: Penjaga atau Penghancur?
Islam tidak pernah memisahkan agama dari ekologi. Dalam kacamata Islam, menjaga kelestarian alam bukanlah sekadar program pelestarian, melainkan bentuk ketaatan mutlak kepada Sang Pencipta.

BACA JUGA  Rahasia Tidur dalam Al-Qur'an yang Jarang Disadari Umat Islam

Allah SWT secara tegas melarang keras segala bentuk perusakan. Dalam QS. Al-A’raf Ayat 56, peringatan itu berbunyi tajam: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik…” Ayat ini adalah larangan mutlak terhadap praktik kotor penebangan liar maupun pembakaran hutan demi keutungan korporat atau individu semata.

Mengutuk Tabiat Perusak
Lebih ngeri lagi, Al-Qur’an membongkar tabiat manusia tamak yang menghancurkan sumber daya alam. Melalui QS. Al-Baqarah Ayat 205, Allah mengutuk mereka yang berpaling dari kebenaran dan sibuk merusak tanam-tanaman serta ekosistem. Ditegaskan bahwa “Allah tidak menyukai kerusakan.”

Bencana Adalah Karma Ulah Manusia
Jika hari ini kita melihat hutan gundul dan cuaca ekstrem yang membunuh, QS. Ar-Rum Ayat 41 telah menjawabnya 14 abad yang lalu: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…”

Tujuannya? Agar manusia merasakan sebagian dari akibat perbuatan tamak mereka dan dipaksa untuk introspeksi. Bencana ekologis adalah “alarm” langsung dari langit.

BACA JUGA  Al-Qur’an Ungkap Gunung Akan Hancur di Hari Kiamat

Fikih Lingkungan (Hifzh al-Bi’ah)
Dalam tradisi Islam, kelestarian alam masuk dalam Hifzh al-Bi’ah (perlindungan lingkungan). Menebang pohon sembarangan, membakar hutan, hingga membunuh habitat satwa tanpa hak adalah haram.

Kini, pilihannya ada di tangan kita. Terus merusak dan menunggu azab ekologi yang lebih besar, atau kembali pada fitrah sebagai Khalifah yang merawat titipan Tuhan? Waktu kita untuk memperbaiki bumi semakin menipis. (Mun)

TRENDING