Connect with us

DUNIA

Turki Bersiap Bantu Saudi Hadapi Ancaman Houthi

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualtias.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah pemerintah Turki berencana mengajukan mandat ke parlemen untuk mengizinkan pengerahan personel militer ke Arab Saudi. Langkah ini disebut sebagai bagian dari komitmen Ankara terhadap pakta pertahanan yang telah ditandatangani bersama Pakistan dan Arab Saudi.

Seorang anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) mengungkapkan bahwa mandat tersebut akan diajukan setelah proses ratifikasi perjanjian pertahanan rampung. Kesepakatan itu menjadi dasar kerja sama keamanan tiga negara dalam menghadapi berbagai ancaman regional.

Meski demikian, sumber tersebut menegaskan bahwa pasukan Turki yang akan ditempatkan di Arab Saudi tidak akan terlibat dalam operasi ofensif atau serangan langsung. Fokus utama dukungan Ankara adalah memperkuat kemampuan pertahanan Saudi.

BACA JUGA  Netanyahu: Serang Iran Tak Butuh Restu Washington

Turki disebut akan lebih dulu mengirim tenaga ahli dan personel teknis untuk mendukung sistem pertahanan udara, teknologi peperangan elektronik, pertukaran intelijen, hingga pengoperasian berbagai sistem pertahanan modern.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ancaman dari kelompok Houthi Yaman yang dalam beberapa bulan terakhir melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas insiden di Bandara Sanaa, Yaman, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Salah satu serangan yang menjadi perhatian internasional adalah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya.

Pemerintah Turki secara terbuka mengecam serangan-serangan yang dilakukan Houthi terhadap wilayah Saudi. Ankara menilai stabilitas kawasan harus dijaga melalui kerja sama pertahanan yang kuat antarnegara mitra.

BACA JUGA  Amerika Kocar-kacir, Jet Tempur F-15 AS Hancur Lebur Dihantam Rudal Iran

Pakta pertahanan yang ditandatangani Turki, Pakistan, dan Arab Saudi di Mekkah pada Agustus lalu juga menjadi sorotan karena memuat klausul penting. Dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota aliansi.

Pengamat menilai pengerahan personel militer Turki, meskipun terbatas pada fungsi pertahanan dan teknis, tetap menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama keamanan antara Ankara, Islamabad, dan Riyadh mulai memasuki tahap implementasi nyata.

Dengan situasi keamanan Timur Tengah yang masih bergejolak, langkah Turki tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian dunia internasional dan berpotensi memengaruhi dinamika konflik yang melibatkan kelompok Houthi dan Arab Saudi dalam waktu mendatang. (Mun)

BACA JUGA  Presiden Iran Siap Lawan AS-Israel

TRENDING