Berita
Keluarga Miskin Besanan, Muhadjir: Munculkan Keluarga Miskin Baru
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan jumlah rumah tangga miskin saat ini mencapai sekitar 76 juta keluarga yang tersebar di seluruh Indonesia. Muhadjri menyebut jumlah rumah tangga miskin terus meningkat lantaran keluarga miskin menikah dengan keluarga miskin lain, sehingga memunculkan rumah tangga miskin baru. “Sesama keluarga miskin […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan jumlah rumah tangga miskin saat ini mencapai sekitar 76 juta keluarga yang tersebar di seluruh Indonesia.
Muhadjri menyebut jumlah rumah tangga miskin terus meningkat lantaran keluarga miskin menikah dengan keluarga miskin lain, sehingga memunculkan rumah tangga miskin baru.
“Sesama keluarga miskin besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru,” kata dia, kata Muhadjir saat menjadi pembicara inti dalam webinar yang digelar oleh Kowani, Selasa (4/8/2020).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan jumlah rumah tangga miskin saat ini mencapai sekitar 76 juta keluarga yang tersebar di seluruh Indonesia.
Muhadjri menyebut jumlah rumah tangga miskin terus meningkat lantaran keluarga miskin menikah dengan keluarga miskin lain, sehingga memunculkan rumah tangga miskin baru.
Lihat juga: Situs Update Covid-19 Pemerintah Tak Bisa Diakses
“Sesama keluarga miskin besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru,” kata dia, kata Muhadjir saat menjadi pembicara inti dalam webinar yang digelar oleh Kowani, Selasa (4/8).
Menurut Muhadjir, perlu memutus mata rantai rumah tangga miskin yang semakin hari terus bertambah. Salah satu program yang pihaknya jalankan saat ini adalah pembekalan bagi para calon pengantin.
Pembekalan calon pengantin ini, kata Muhadjir, sifatnya berupa perencanaan membangun keluarga antara dua pasangan yang hendak menikah. Pernikahan tanpa perencanaan bukan tak mungkin akan menjadi salah satu rumah tangga baru yang miskin.
Muhadjir menyebut perencanaan juga tak hanya berkisar pada bagaimana cara menjalani pernikahan, tetapi juga berkaitan dengan perencanaan memiliki keturunan, ekonomi, hingga perencanaan masa depan anak.
“Tentu saja harus dimulai dengan adanya perencanaan keluarga, karena itu harus ada bimbingan rumah tangga calon pengantin yang itu menjadi program utama Kemenko PMK,” ujarnya.
“Itu kita harapkan rumah tangga baru akan siap untuk menyiapkan generasi Indonesia yang maju, yang unggul sesuai arahan dari Bapak Presiden,” katanya.
Namun, Muhadjir mengatakan program bimbingan pranikah yang mestinya mulai berjalan 2020 ini ditunda lantaran pandemi virus corona (Covid-19). Rencana bimbingan pranikah atau pembekalan kepada calon pengantin telah disampaikan sejak 2019 lalu.
“Tapi karena kena Covid-19 terpaksa kita tunda,” ujar mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu.
-
NASIONAL20/08/2026 10:00 WIBErna Sari Dewi Bongkar Rantai Lemah Keselamatan Kapal
-
EKBIS20/08/2026 09:30 WIBIHSG Menguat Tajam Kamis Pagi
-
NASIONAL20/08/2026 13:00 WIBDPR Desak Kemenkeu Cairkan Rp290 M untuk Atasi Karhutla Kalimantan
-
EKBIS20/08/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Meledak Rp80 Ribu
-
DUNIA20/08/2026 12:00 WIBTrump Ancam Isolasi Total Negara yang Bantu Iran
-
NUSANTARA20/08/2026 12:30 WIBGuru SD di Takalar Ditangkap Usai Rekam Mahasiswi
-
NASIONAL20/08/2026 09:00 WIBBea Cukai Watch Dibentuk Jadi Mitra Kritis Pengawasan Kepabeanan dan Cukai
-
NASIONAL20/08/2026 11:00 WIBDana Haji RI Rp66 Miliar Dibekukan Arab Saudi

















