Berita
Mendagri Tito Minta Tak Ada Lagi Pengumpulan Massa Pilkada 2020
AKTUALITAS.ID – Menteri dalam Negeri Tito Karnavian meminta tak ada lagi pengumpulan massa dalam Pilkada serentak 2020 yang kini menyisakan sejumlah tahapan hingga hari pencoblosan pada 9 Desember 2020. Tito mewanti-mewanti potensi keramaian dalam sisa tahapan pilkada, yakni penetapan calon pada 23 September dan masa kampanye mulai 26 September sampai dengan 5 Desember mendatang. “Harus […]
AKTUALITAS.ID – Menteri dalam Negeri Tito Karnavian meminta tak ada lagi pengumpulan massa dalam Pilkada serentak 2020 yang kini menyisakan sejumlah tahapan hingga hari pencoblosan pada 9 Desember 2020.
Tito mewanti-mewanti potensi keramaian dalam sisa tahapan pilkada, yakni penetapan calon pada 23 September dan masa kampanye mulai 26 September sampai dengan 5 Desember mendatang.
“Harus dipastikan tak ada lagi pengumpulan massa, seperti yang terjadi saat tahapan pendaftaran bakal pasangan calon kemarin,” ujar Tito dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).
Hal itu dia ungkapkan usai menggelar Rakorsus bersama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD terkait penegakan hukum dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dalam masa pandemi Covid-19.
Pilkada 2020 saat ini menyisakan sejumlah tahapan hingga hari pencoblosan pada 9 Desember. Beberapa tahapan itu mulai dari penetapan pasangan calon (23 September); pengundian nomor urut Paslon (24 September); masa kampanye (26 September-5 Desember); masa tenang (6-8 Desember); dan Pemungutan Suara (9 Deember).
Dalam Rakorsus, Tito khawatir sejumlah tahapan pilkada berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19, selain berpotensi memicu konflik dan tindak kekerasan. Oleh sebab itu, Tito ingin pengumpulan massa dipastikan tak terjadi lagi dalam beberapa sisa tahapan pilkada tersebut.
Mantan Kapolri itu berkaca saat proses pendaftaran pasangan calon pada 4-6 September lalu yang beberapa kali menimbulkan keramaian di luar kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing daerah. Tito mewanti-wanti kondisi serupa tak terjadi lagi dalam masa tahapan selanjutnya.
“Kita melihat dari jadwal tahapan ini tanggal 4 sampai dengan 6 September 2020 lalu, yaitu terjadi kerumunan massa dan itu mendapatkan sentimen negatif baik dari publik maupun dari berbagai kalangan, karena adanya deklarasi dan lain-lain,” ucap dia.
“Di kantor KPUD-nya aman, tapi di luar kantor terjadi deklarasi bahkan ada yang menggunakan musik, kemudian arak-arakan, ada juga yang konvoi, dan lain-lain, ” sambung Tito.
Menurut Tito, kondisi itu terjadi karena sosialisasi minim dilakukan oleh para stakeholder dan pemangku kepentingan. Dia menyebut penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi mestinya bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, namun harus didukung oleh semua instrumen masyarakat.
-
RIAU14/08/2026 16:30 WIBTolak Berhubungan Badan, IRT Tewas Dicekik Doorsmeer
-
FOTO14/08/2026 21:45 WIB
FOTO: Presiden Prabowo Sampaikan Capaian Ekonomi saat Pidato Sidang Tahunan MPR
-
DUNIA14/08/2026 18:00 WIBUSS George Washington Gantikan Abraham Lincoln
-
POLITIK14/08/2026 17:00 WIBPuan Pamer 28 UU Disahkan
-
DUNIA14/08/2026 15:00 WIBAS Bantah 7 Awak USS Abraham Lincoln Tewas
-
NUSANTARA14/08/2026 19:00 WIBPrabowo Target Pendapatan Negara 2027 Tembus Rp3.426 Triliun
-
NUSANTARA14/08/2026 20:00 WIBTahanan Kabur, Kapolsek Pangkep Langsung Diganti
-
NUSANTARA14/08/2026 22:00 WIB622 Hektare Lahan Kalteng Terbakar

















