Berita
Tahun 2021, Mendag Targetkan Ekspor Non Migas Naik 6,3 Persen
AKTUALITAS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menargetkan pertumbuhan ekspor non-migas tahun ini mencapai 6,3 persen. Sepanjang 2020 lalu, ekspor non migas mencapai US$155 miliar atau menurun 0,57 persen. Dengan target tersebut, itu berarti ekspor non migas tahun ini bisa mencapai US$164,76 miliar di 2021. “Pertumbuhan ekspor non migas kami targetkan 6,3 persen,” ujarnya saat […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menargetkan pertumbuhan ekspor non-migas tahun ini mencapai 6,3 persen. Sepanjang 2020 lalu, ekspor non migas mencapai US$155 miliar atau menurun 0,57 persen.
Dengan target tersebut, itu berarti ekspor non migas tahun ini bisa mencapai US$164,76 miliar di 2021.
“Pertumbuhan ekspor non migas kami targetkan 6,3 persen,” ujarnya saat rapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (3/2/2021).
Selain itu, pihaknya juga menargetkan bisa melakukan 25 kesepakatan dagang, baik dalam bentuk Preferential Trade Agreement (PTA), Free Trade Agreement (FTA), maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
“Kami juga menargetkan untuk mewujudkan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan dengan tingkat inflasi pangan tak bergejolak. Kami targetkan 3,2 persen plus minus 1 persen,” ucapnya.
BPS mencatat ekspor non migas tahun lalu turun tipis 0,57 persen dibandingkan 2019 sebesar US$155,89 miliar. Namun, secara gabungan nilai ekspor (migas dan non migas) periode Januari-Desember 2020 mencapai US$163,31 miliar atau turun 2,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Imbasnya, neraca perdagangan Indonesia surplus US$21,74 miliar sepanjang 2020 lalu. Realisasinya jauh lebih tinggi dari periode sama 2019 yang justru mengalami defisit US$3,2 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan surplus terjadi karena penurunan nilai ekspor. Sementara impor mencapai US$141,57 miliar atau turun 17,34 persen dari US$171,28 miliar pada periode yang sama.
“2020 ini luar biasa dengan adanya pandemi sehingga permintaan turun, tapi dengan penurunan 2,61 persen, sebenarnya kondisi kita tidak buruk,” ungkap Suhariyanto saat rilis neraca perdagangan Indonesia periode Desember 2020 secara virtual.
-
POLITIK30/10/2026 13:00 WIBJokowi Tak Mau Berspekulasi soal Gibran
-
NUSANTARA30/10/2026 13:30 WIBBMKG Pastikan Musim Hujan 2026 Mundur & Durasinya Disunat
-
DUNIA30/10/2026 15:00 WIBSerangan Drone Israel Tewaskan 5 Warga di Gaza
-
EKBIS30/10/2026 17:00 WIBDolar Tembus Rp 22.000? Hashim Warnai Bencana Besar Ekonomi RI
-
RIAU30/10/2026 15:30 WIBSaat Polisi dan Siswa Pertanian Bersatu Melawan Kerusakan Lingkungan
-
NUSANTARA30/10/2026 14:30 WIBBNPB: Hotspot Papua Selatan Anjlok dari 295 Jadi 65 Titik
-
POLITIK30/10/2026 14:00 WIBPPP Diminta Berbenah Sebelum Terlambat
-
POLITIK30/10/2026 20:00 WIBDenny Bongkar Komunikasi Rahasia dengan Elite PDIP Bahas Gibran
















