Berita
Hindari Krisis Covid-19, Warga Australia di Indonesia Berebut Pulang
Sejumlah warga Australia yang berada di Indonesia berupaya untuk kembali ke negara dengan menggunakan jalur darat dan laut di tengah krisis infeksi virus corona (Covid-19). Dilansir The Australian, Rabu (28/7), seorang warga Australia, Brendan Nuir, yang menjadi pengusaha biro perjalanan wisata laut di Lombok, Nusa Tenggara Barat menyatakan dia diminta membantu memulangkan sesama warga Negeri Kanguru dari Indonesia. Bahkan menurut […]
Sejumlah warga Australia yang berada di Indonesia berupaya untuk kembali ke negara dengan menggunakan jalur darat dan laut di tengah krisis infeksi virus corona (Covid-19).
Dilansir The Australian, Rabu (28/7), seorang warga Australia, Brendan Nuir, yang menjadi pengusaha biro perjalanan wisata laut di Lombok, Nusa Tenggara Barat menyatakan dia diminta membantu memulangkan sesama warga Negeri Kanguru dari Indonesia.
Bahkan menurut dia para rekan senegaranya itu tidak segan merogoh kocek biaya perjalanan hingga AU$3500 (sekitar Rp37 juta) untuk satu orang menggunakan kapal phinisi miliknya kembali ke Australia.
Padahal waktu tempuh perjalanan laut dari Kupang menuju Darwin, Australia mencapai 67 jam.
Brendan kini menjadi salah satu tumpuan bagi rekan senegaranya untuk bisa pulang ke Australia ketimbang harus menunggu di Indonesia di tengah situasi yang karut-marut seperti saat ini.
“Tahun lalu ada beberapa orang yang ingin menyewa kapal saya untuk pulang ke Australia, tetapi pemerintah Indonesia tidak memberikan izin. Sekarang kami tinggal menunggu izin dari Darwin apakah dibolehkan datang. Cuma itu hambatan kami saat ini,” kata Brendan.
Pilihan menumpang kapal milik Brendan atau menyewa pesawat pribadi menjadi jalan terakhir bagi sebagian besar warga Australia yang bermukim di Indonesia untuk pulang kampung. Sebab, sejumlah maskapai dunia juga menolak terbang ke Indonesia akibat lonjakan kasus Covid-19.
Bahkan antrean untuk menunggu giliran diberangkatkan sudah cukup padat.
Hal itu juga menjadi celah bisnis bagi segelintir kalangan yang memanfaatkan situasi. Pengelola pesawat sewaan terus menaikkan harga tiket bagi para ekspatriat yang ingin segera pulang dari Indonesia.
Terpisah, Charlie Knoles dan sang istri, Liddy Arens, beserta ketiga anak mereka juga sedang berupaya bisa segera pulang ke kampung halaman mereka di Perth. Namun, ternyata hal itu tidak mudah karena harga tiket pesawat sewaan dari Indonesia terus melambung.
“Kami punya teman sesama warga Australia di sini yang pulang dengan menyewa pesawat pribadi, tetapi harga tiketnya naik terus,” kata Knoles yang membuka praktik meditasi di Bali, seperti dilansir ABC Australia.
Knoles dan sang istri terinfeksi Covid-19 pada tahun lalu. Kini mereka cemas dengan kondisi ketiga anak mereka, di mana salah satunya, mengidap asma, jika tinggal lebih lama di Indonesia.
Akhirnya Knoles dan istri yang sudah lima tahun bermukim di Bali memilih mengirim anak sulung mereka ke AS yang dinilai lebih aman dan terjamin.
“Harga tiket untuk satu orang mencapai AU$7000 (sekitar Rp74 juta). Uang kami tidak cukup membayar tiket sekali jalan ke Perth untuk lima orang,” kata Knoles.
-
NASIONAL28/06/2026 16:00 WIBKomisi I: Peserta SPPI Disiapkan Jadi Manajer Pembangunan, Bukan Prajurit Tempur
-
RIAU28/06/2026 20:30 WIBFahmil Qur’an Bengkalis Melaju ke Final MTQ Riau 2026 Usai Raih Nilai Tertinggi
-
DUNIA28/06/2026 15:00 WIBBaru Teken Damai, Langit Lebanon Dibom Israel
-
POLITIK28/06/2026 16:43 WIBMeski Didukung Jokowi, Tidak Jaminan PSI akan Jadi Partai Besar
-
NASIONAL29/06/2026 00:00 WIBDPR Desak Kemhan Hentikan Sementara Latsarmil SPPI 2026
-
RIAU28/06/2026 16:20 WIBPolda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
-
EKBIS28/06/2026 21:00 WIBPrabowo Diminta Tinjau Ulang Rencana Aturan Kadar Tar dan Nikotin Rokok
-
NUSANTARA28/06/2026 14:30 WIBKarhutla Riau Kembali Mengganas

















