Berita
Gempa di Iran Sebabkan Lima Tewas dan Ratusan Orang Luka-luka
pusat gempa berada pada kedalaman yang relatif dangkal yakni 10 kilometer.
AKTUALITAS.ID – Lima orang tewas dan ratusan lainnya cedera setelah gempa bumi berkekuatan 5,9 Skala Richter melanda Iran barat laut pada Jumat (8/11), dini hari waktu setempat. Gempa pertama melanda daerah Tark yakni sebuah daerah pedesaan sekitar 35 mil dari Kota Hashtrud di Provinsi Azerbaijan Timur.
Menurut laporan media pemerintah, sebanyak 40 kali gempa susulan terjadi sehingga memaksa para penduduk untuk keluar dari rumah mereka dalam ketakutan. Hal ini membuat banyak warga mengalami luka-luka karena melarikan diri dalam keadaan panik.
Pejabat setempat mengatakan tim penyelamat telah dikirim ke wilayah itu. Namun dengan pusat gempa yang terjadi di pegunungan Alborz yang terpencil sekitar 250 mil barat laut Ibu Kota Teheran, belum ada video atau foto yang disiarkan yang menunjukkan tingkat kerusakan.
Kepala Layanan Medis Darurat Iran, Pirhossein Koulivand mengungkapkan jumlah korban kepada stasiun televisi milik pemerintah. Dia mengatakan bahwa di antara 312 orang terluka, hanya 13 orang yang perlu menjalani perawatan di rumah sakit.
Dilansir Independent, survei Geologi AS mengatakan pusat gempa berada pada kedalaman yang relatif dangkal yakni 10 kilometer. Hal ini menyebabkan 30 rumah hancur di sebuah desa di pusat gempa.
-
NASIONAL27/04/2026 20:00 WIBPresiden Prabowo Lantik Pejabat Baru di Istana
-
OLAHRAGA27/04/2026 18:30 WIBPermainan Solid, Jadi Kunci Janice/Aldila Menang Lawan Pasangan Unggulan di Madrid Open
-
JABODETABEK28/04/2026 08:30 WIBImbas Tabrakan KA, KRL Tak Beroperasi ke Cikarang
-
JABODETABEK28/04/2026 06:30 WIB79 Korban Luka, 5 Tewas dalam Kecelakaan KA Bekasi Timur
-
POLITIK28/04/2026 11:00 WIBNasDem: Masa Jabatan Ketum Parpol Hak Internal
-
EKBIS27/04/2026 17:30 WIBBahan Bakar B50 Diuji Penggunaannya Pada Kereta Api
-
NASIONAL28/04/2026 06:00 WIBMenko Yusril: UU Peradilan Militer Sudah Seharusnya Direvisi
-
DUNIA28/04/2026 08:00 WIBMojtaba Khamenei Tegaskan: Selat Hormuz Tak Akan Kembali Normal

















