Berita
Prancis Tak Ingin Menyingkirkan Huawei
Prancis tak ingin bersikap seperti AS
Prancis tak ingin bersikap seperti AS yang menyingkirkan Huawei dari jaringan generasi terbaru 5G di negara tersebut.
Mengutip Reuters, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tidak ingin mencap operator telekomunikasi tertentu atau negara tertentu.
Macron menyatakan hal tersebut saat menjawab pertanyaan tentang risiko keamanan dari Huawei, perusahaan asal China, saat konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Menteri Ekonomi Prancis Agnes Pannier-Runacher beberapa waktu lalu menyatakan mereka tidak akan mengikuti jejak AS dalam menyikapi Huawei untuk jaringan 5G, meski pun negara tersebut berwenang untuk memeriksa semua penyedia perangkat dari potensi ancaman keamanan.
Prancis baru saja menetapkan harga untuk spektrum 5G yang akan dilelang mulai harga 2,17 miliar euro, jauh lebih besar dibandingkan prediksi regulator telekomunikasi negara tersebut.
Regulator telekomunikasi Prancis, Arcep, mengharapkan harga spektrum yang dialokasikan untuk jaringan 5G tidak melebihi 1,5 miliar euro.
-
NUSANTARA15/08/2026 18:30 WIBGempa M 6,4 Simalungun Bikin Warga Medan Hingga Aceh Berhamburan Keluar Rumah
-
NASIONAL15/08/2026 19:00 WIBKemhan Beri Restu Logonya Dipasang di Kapal Haji Isam
-
NASIONAL15/08/2026 13:00 WIBAmnesty: Pidato Prabowo Disebut Minim Bahas HAM
-
NUSANTARA15/08/2026 07:30 WIBBNPB: Gempa M 7 Renggut 2 Nyawa di NTT
-
NUSANTARA15/08/2026 11:30 WIBGempa M7 NTT Telan 5 Korban Jiwa
-
NUSANTARA15/08/2026 10:30 WIBGempa M7 Rusak Rumah hingga Hotel di NTT
-
POLITIK15/08/2026 07:00 WIBDasco Tegaskan Seluruh Fraksi Diajak Bahas RUU Pemilu Pekan Depan
-
NASIONAL15/08/2026 17:00 WIBEddy Soeparno Desak MBG Dibersihkan dari Masalah

















