Berita
Kearifan Budaya Terkoyak
Seperti kita ketahui bersama akrobat hukum yang dilakukan pemangku kebijakan di era 2001 sangatlah membekas, khususnya warga kota Surabaya Dampak dari akrobat tersebut sangat terasa ditengah himpitan ekonomi yang semakin mendera di saat ini. Surabaya yang terkenal jiwa patriotiknya saat mengusir penjajah 10 Nopember, seakan diam terhipnotis. Penulis mencoba mengurai apa penyebab dari kearifan dan […]
Seperti kita ketahui bersama akrobat hukum yang dilakukan pemangku kebijakan di era 2001 sangatlah membekas, khususnya warga kota Surabaya
Dampak dari akrobat tersebut sangat terasa ditengah himpitan ekonomi yang semakin mendera di saat ini.
Surabaya yang terkenal jiwa patriotiknya saat mengusir penjajah 10 Nopember, seakan diam terhipnotis.
Penulis mencoba mengurai apa penyebab dari kearifan dan budaya lokal warga Surabaya tersebut
Ada sesuatu yang hilang di budaya warga Surabaya saat ini.
Tampuk pimpinan berganti dari walikota ke walikota yang baru, tapi belum juga bisa menjawab apa penyebab kemandegan budaya warga Surabaya.
Ditambah dengan saat ini aroma pragmatisme dan oligarki parpol semakin menghangat, dan dipastikan akan semakin melelehkan budaya petlawanan warga kotaku.
Semoga kotaku segera bangkit dari keterasingan dan kembali menjadi warga kota yg pantang menyerah ditengah segala permasalahan sosial yang mendera.
Sekjend Dewan Warga Surabaya
Mariyati Fadelan (ning Yatik)
-
JABODETABEK10/10/2026 05:30 WIBBMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan Sore hingga Mal
-
OASE10/10/2026 05:00 WIBPasir Hitam di Al-Qur’an Ada di Ayat Ini
-
POLITIK10/10/2026 13:00 WIBDenny Indrayana Tantang Prabowo Buka Suara soal Putusan MK dan Ijazah Gibran
-
NASIONAL09/10/2026 22:00 WIBTiga Orang Tewas dalam Kontak Tembak TNI dan OPM di Maybrat
-
POLITIK10/10/2026 11:00 WIBBobby: Sekalian Saja Permasalahkan Sarjananya Gibran
-
NUSANTARA09/10/2026 23:00 WIBBadan Geologi: 405 Kecamatan Masuk Peta Potensi Banjir Bandang
-
POLITIK10/10/2026 07:00 WIBPDIP Dukung Pansus Ijazah Gibran
-
POLITIK10/10/2026 06:00 WIBDoli: 58 Kursi DPR Berpotensi Diisi Caleg Tak Terpilih