NASIONAL
DPR: Negara Tak Berhak Tentukan Aktivis HAM
AKTUALITAS.ID – Wacana pembentukan tim asesor untuk menentukan status aktivis hak asasi manusia (HAM) menuai kritik dari DPR RI. Anggota Komisi XIII DPR sekaligus anggota MPR RI, Marinus Gea, menilai gagasan tersebut berpotensi mengganggu prinsip kebebasan sipil.
Marinus menegaskan bahwa aktivis HAM lahir dari kesadaran individu dan kebebasan berekspresi, bukan melalui seleksi atau legitimasi negara.
“Jika pemerintah hadir untuk menyeleksi siapa yang layak dan tidak menjadi aktivis HAM, maka ini cacat logika. Ini kesannya pemerintah mau seleksi siapa yang mau mengawasinya,” ujar Marinus dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Ia menilai, fungsi utama aktivis HAM adalah mengawasi kekuasaan, termasuk pemerintah. Oleh karena itu, keterlibatan negara dalam menentukan status aktivis justru berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Menurut Marinus, pendekatan tersebut dapat menggeser makna hak menjadi sekadar privilese yang dapat diberikan atau dicabut sewaktu-waktu oleh pemerintah.
“Negara tidak perlu dimintai izin untuk menjadi aktivis HAM. Kalau harus diseleksi, berarti hak itu berubah menjadi sesuatu yang terbatas,” tegasnya.
Politisi PDI-P itu juga mengingatkan bahwa pembatasan terhadap aktivis HAM berpotensi melanggar konstitusi, khususnya Pasal 28A hingga 28J UUD 1945 yang menjamin perlindungan hak asasi manusia.
Ia menilai, kebijakan semacam itu justru dapat mengarah pada pembungkaman kritik dan mempersempit ruang demokrasi.
Dalam pandangannya, demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian warga untuk mengoreksi kekuasaan. Tanpa kritik, kata dia, kekuasaan berpotensi kehilangan arah.
“Kita tidak butuh aktivis yang patuh pada kekuasaan. Kita butuh aktivis yang berani mengoreksi kekuasaan,” ujarnya.
Polemik ini diperkirakan akan terus berkembang seiring munculnya kekhawatiran publik terhadap potensi pembatasan ruang sipil. Sejumlah pihak menilai, menjaga kebebasan berekspresi dan kritik merupakan fondasi utama dalam sistem demokrasi. (Firman/Mun)
-
FOTO01/05/2026 17:28 WIBFOTO: Rilis Penipuan Daring dengan Tersangka 16 WNA
-
POLITIK01/05/2026 18:00 WIBGolkar: Usulan Yusril soal Parliamentary Threshold Sudah Digodok Lama
-
NASIONAL01/05/2026 16:00 WIBPrabowo Janji Kredit Rumah Bunga 5%, Buruh Bisa Punya Hunian
-
DUNIA01/05/2026 19:00 WIBAyatollah Mojtaba Khamenei Sebut AS Kalah Telak di Teluk Persia
-
RAGAM01/05/2026 17:00 WIBBukan Orang PKI, Ini Sosok Asli Penerjemah Lagu Internasionale di Indonesia
-
PAPUA TENGAH01/05/2026 16:30 WIBKolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga
-
DUNIA01/05/2026 21:00 WIBMyanmar Umumkan Suu Kyi Jadi Tahanan Rumah
-
POLITIK01/05/2026 22:00 WIBKPU Tekankan Profesionalisme dalam Proses PAW