Berita
Baca Alquran di Kendaraan Sunnah Rasulullah yang Terlupakan
Berinteraksi dengan Alquran dalam perjalanan merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW yang agung. Imam al-Bukhari meriwayatkan, Abdullah bin Mugaffal menyatakan kepada Fathu Makkah, dia melihat Rasulullah melantunkan surat Al Fath di atas kendaraannya. Dalam riwayat lain dikatakan, “Sementara kendaraannya berjalan.” Siapa yang ingin sukses di dunia dan mendapatkan keberuntungan di akhirat, sebisa mungkin dia harus membaca […]
Berinteraksi dengan Alquran dalam perjalanan merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW yang agung. Imam al-Bukhari meriwayatkan, Abdullah bin Mugaffal menyatakan kepada Fathu Makkah, dia melihat Rasulullah melantunkan surat Al Fath di atas kendaraannya.
Dalam riwayat lain dikatakan, “Sementara kendaraannya berjalan.” Siapa yang ingin sukses di dunia dan mendapatkan keberuntungan di akhirat, sebisa mungkin dia harus membaca firman Tuhannya.”
Ibnu Hibban dan lain-lain meriwayatkan, Rasul bersabda, “Dikatakan kepada sahabat Alquran, pada hari kiamat (dalam riwayat Ibnu Majah: ketika dia masuk surga) ‘Bacalah dan naiklah. Bacalah sebagaimana kamu membacanya di dunia karena tempatmu ada pada ayat terakhir yang dahulu kamu baca.”
Dalam riwayat Hakim disebutkan, Rasulullah bersabda, “Sahabat Alquran datang pada hari kiamat, lalu Alquran berkata ‘Ya Tuhanku, berilah dia perhiasan.’ Lalu, dia diberi mahkota kemuliaan. Kemudian, Alquran berkata, ‘Ya Tuhanku, ridhailah dia.’ Lalu, dia pun diridhai. Dan dikatakan kepadanya, ‘Bacalah dan naiklah.’ Dan dia akan bertambah satu kebaikan untuk tiap-tiap ayat.”
Sahabat Alquran adalah orang yang senantiasa membaca dan mengamalkan isi kitab suci itu. Dalam sebuah atsar dikatakan, jumlah tingkatan di dalam surga sesuai jumlah ayat Alquran, yaitu sekitar 6.000 lebih.
Jarak antara satu tingkat dengan tingkat lainnya setara dengan jarak antara langit dan bumi atau setara dengan jarak tempuh selama 70 tahun atau 500 tahun.
Perbedaan antara 70 tahun dan 500 tahun itu bisa dikompromikan, yakni bila yang pertama dilakukan dengan perjalanan cepat, sedang yang kedua dilakukan dengan perjalanan lambat.
Siapa saja yang bisa mengamalkan Alquran itu secara keseluruhan, dia akan menempati tingkatan tertinggi di surga. Sedangkan orang yang membaca satu juz Alquran maka kenaikan tingkatannya sesuai dengan kadar itu.
Mengingat mushaf Alquran itu sangat mudah didapatkan, alasan untuk tidak berinteraksi dengannnya tertolak. Dengan mushaf itu, siapa pun bisa mencapai derajat tertinggi di surga. Asalkan, dia mau mengisi waktu luangnya dengan taqarub kepada Allah.
-
NUSANTARA01/10/2026 12:30 WIBKarhutla Mengamuk di Lereng Gunung Salu Lovu
-
DUNIA01/10/2026 12:00 WIBGeger! 45 Perusahaan Ketahuan Beli Ulasan Google Palsu
-
POLITIK01/10/2026 19:00 WIBTiga Nama Besar Terpental dari Kabinet, Tak Dapat Jatah Baru
-
POLITIK01/10/2026 14:00 WIBIstana Umumkan Perombakan Besar, Ini Daftar Lengkapnya
-
DUNIA01/10/2026 15:00 WIBMojtaba Khamenei Mulai Bersih-Bersih Militer Iran
-
NASIONAL01/10/2026 16:00 WIBMulai 5 Oktober, Duit Insentif SPPG MBG Berubah Total
-
NASIONAL01/10/2026 13:00 WIBMuzani Yakin Sekolah Rakyat Jadi Mesin Cetak SDM Unggul
-
NASIONAL02/10/2026 06:00 WIBPAN Soroti Bahaya Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

















