BMKG Ingatkan Warga Pantai Barat Aceh Tidak Beraktivitas di Pinggir Pantai


Bendera merah, peringatan kondisi berbahaya, terlihat di sebuah pantai ketika badai Pabuk mendekati provinsi selatan Nakhon Si Thammarat, Thailand, 4 Januari 2019. Phuwieng Prakhammintara, Direktur Badan Meteorologi Thailand mengatakan badai Pabuk bisa menyebabkan gelombang tinggi sekitar tujuh meter. Namun diperkirakan rata-rata tinggi gelombang sekitar tiga meter sampai lima meter. REUTERS/Krittapas Chaipimon

AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meulaboh-Nagan Raya mengingatkan agar masyarakat dan nelayan di wilayah pantai barat selatan Aceh tidak beraktivitas di pinggir pantai. Imbauan tersebut berlaku hingga akhir pekan ini.

Berdasarkan pengamatan citra satelit, tinggi gelombang laut di daerah ini diperkirakan mencapai lima hingga enam meter sehingga sangat berbahaya. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di pinggir pantai karena gelombang tinggi membahayakan keselamatan,” kata prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Yoga Alma’ruf, Jumat, (31/7/2020).

Menurutnya, penyebab tingginya gelombang laut di wilayah pantai barat selatan Aceh disebabkan beberapa faktor. Di antaranya seperti masih adanya pusat tekanan rendah di Teluk Benggala dan Samudera Hindia.

Hal ini diduga menyebabkan kondisi massa udara di wilayah tersebut berkumpul dan kecepatan angin di wilayah tersebut tinggi. Kondisi ini berdampak terhadap tingginya gelombang laut di wilayah pantai barat selatan Aceh.

Selain itu, faktor yang menyebabkan tingginya gelombang laut juga disebabkan pola angin bagian utara Indonesia memiliki kecepatan 4-20 knot dan pola angin bagian selatan Indonesia berkecepatan 8-25 knot. “Yang perlu diwaspadai di akhir pekan ini karena potensi gelombang tinggi termasuk paling ekstrem diperkirakan mencapai 5-6 meter,” kata Yoga menambahkan.