Berita
Kritik Kebijakan Nadiem, Waka DPRD DKI Diserang Buzzer
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani mengaku diserang buzzer setelah kerap bersuara mengkritik kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Mendikbud Nadiem Makarim. Zita meminta Nadiem mengirim profesor untuk berdiskusi. “Yang saya dorong, pikiran yang inovatif dalam pendidikan. Mau saya DPRD, DPR RI, warga biasa harus didengar dong, tidak ada urusan. Kalau mau diskusi kirim […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani mengaku diserang buzzer setelah kerap bersuara mengkritik kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Mendikbud Nadiem Makarim. Zita meminta Nadiem mengirim profesor untuk berdiskusi.
“Yang saya dorong, pikiran yang inovatif dalam pendidikan. Mau saya DPRD, DPR RI, warga biasa harus didengar dong, tidak ada urusan. Kalau mau diskusi kirim profesor, bukan malah ngirim buzzer. Sudah tidak zaman lagi, bunuh-bunuh reputasi orang yang kritis. Masyarakat sudah cerdas. Masalah ini benar-benar terasa dampaknya. Saya harap segera dipikirkan solusinya,” kata Zita kepada wartawan, Selasa (4/8/2020). Akun medsos milik Zita yang diserang adalah @zitaanjani.
Dia mengatakan semakin banyak mendapatkan laporan masyarakat terkait PJJ. Menurutnya, kebijakan strategis nasional sudah perlu dikeluarkan oleh pemerintah pusat terkait pendidikan anak bangsa.
“Saya makin banyak menerima laporan. Bahkan, orang-orang tua luar Jakarta juga bicara kepada kami. Paket kebijakan ekonomi kan sudah sering dikeluarkan pemerintah pusat. Kenapa tidak ada paket kebijakan pendidikan? Menurut saya, ini tidak main-main,” kata Zita.
Alumnus University College London ini menilai Menteri Pendidikan Nadiem Makarim tidak serius mendengarkan keluhan warga. Menurutnya, kebijakan PJJ sangat diskriminatif terhadap warga miskin.
“Saya rasa Mas Menteri Nadiem tidak serius mendengarkan. Ayo, sekali-kali ikut saya ketemu ibu-ibu di dapil. Jangan sampai kebijakan nasional yang lambat membuat daerah tidak bisa bekerja. Jelas ini, kebijakan PJJ ini diskriminatif. Di Jakarta saja, masih banyak yang tidak punya gadget, apalagi di daerah,” tambahnya.
Soal PJJ, Nadiem sebenarnya sudah menjawab kritik. Dia mengatakan kebijakan PJJ terpaksa diambil karena masa pandemi.
“Jadi PJJ itu bukan kebijakan pemerintah. PJJ itu kita terpaksa karena pilihannya antara ada pembelajaran atau tidak ada pembelajaran sama sekali karena krisis kesehatan,” kata Nadiem di SDN Polisi I, Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (30/7).
-
NUSANTARA15/10/2026 07:30 WIBKabut Asap Makin Parah! Sekolah di Balikpapan Ditutup 3 Hari
-
NASIONAL15/10/2026 10:00 WIB“Bercerai Kawin Lagi!” Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Bikin DPR Murka
-
EKBIS15/10/2026 10:30 WIBRupiah Makin Loyo, Dolar AS Dekati Rp18.000
-
EKBIS15/10/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Anjlok ke 5.917
-
NASIONAL15/10/2026 06:00 WIBKarhutla Makin Darurat, PKB Desak Status Bencana Nasional
-
NASIONAL15/10/2026 07:00 WIBSahroni Minta MUI Tak Ikut Campur Konser Andrea Bocelli di Borobudur
-
DUNIA15/10/2026 08:00 WIBASEAN Bahas Kabut Asap RI di KTT Manila November
-
JABODETABEK15/10/2026 05:30 WIBLangit Mendung Tapi Jaktim Tembus 37°C

















