Berita
Berpotensi Ganggu Keamanan Nasional, Konglomerat Hong Kong Jimmy Lai Diciduk Polisi
Konglomerat media asal Hong Kong Jimmy Lai ditangkap pihak kepolisian setempat di kantornya Apple Daily karena diduga melakukan kerja sama dengan pihak asing dan berpotensi mengganggu keamanan nasional. Mengutip Reuters, Selasa (11/8/2020), Lai menjadi tokoh yang mendukung pro demokrasi di Hong Kong. Pada Februari lalu, Lai telah resmi menjadi warga negara Inggris. Lai merupakan pengusaha […]
Konglomerat media asal Hong Kong Jimmy Lai ditangkap pihak kepolisian setempat di kantornya Apple Daily karena diduga melakukan kerja sama dengan pihak asing dan berpotensi mengganggu keamanan nasional.
Mengutip Reuters, Selasa (11/8/2020), Lai menjadi tokoh yang mendukung pro demokrasi di Hong Kong. Pada Februari lalu, Lai telah resmi menjadi warga negara Inggris.
Lai merupakan pengusaha sukses yang memiliki kekayaan lebih dari US$ 1 miliar. Ia sebelumnya sukses di bisnis fesyen dan mulai melebarkan sayap ke bisnis media dengan membentuk Apple Daily.
Media miliknya ini kerap kali mengritik kepemimpinan pemerintah Hong Kong. Pada 2019 Apple Daily menjadi koran yang paling banyak dibaca di Hong Kong baik dalam versi cetak maupun online.
Pria berusia 71 tahun ini juga merupakan aktivis yang menentang ‘kehadiran’ China di Hong Kong. Ia juga kerap kali turun untuk mengikuti unjuk rasa menuntut reformasi kepada pemerintah.
Saat undang-undang keamanan disahkan, Lai menyebut jika ini adalah pertanda buruk untuk Hong Kong. Dia bahkan menyebut jika Hong Kong akan menjadi negara korup karena aturan hukum tak jelas.
Media pemerintah China, Global Times menyebut jika Lai merupakan sosok provokator yang mendukung kerusuhan. Selain itu surat kabar milik Lai juga disebut mengandung ujaran kebencian dengan menyebarkan isu negatif pemerintah Hong Kong dan China selama bertahun-tahun.
Global Times juga melaporkan, tak hanya Lai yang ditangkap. Kepolisian juga membekuk dua putra Lai dan dua eksekutif di Next Digital. Puluhan polisi dikerahkan untuk menangkap Lai di gedung surat kabar Apple Daily. Selain itu polisi juga menggeledah isi kantor.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengaku kaget dengan berita penangkapan tersebut. Ia mengatakan hal ini membuktikan jika Partai Komunis China telah menghapus kebebasan di Hong Kong dan merampas hak-hak rakyat.
Sebelumnya Undang-undang keamanan Hong Kong akan menghukum pihak manapun yang disebut China sebagai subversi, pemisahan diri, terorisme, kolusi dengan pihak asing, akan berakhir di penjara. Kritikus pemerintah menyebut jika hal itu akan menghancurkan kebebasan masyarakat.
-
FOTO04/05/2026 08:19 WIBFOTO: Kepala BNN Main Padel Bareng Raffi Ahmad
-
JABODETABEK04/05/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Diguyur Hujan Senin 4 Mei 2026
-
OASE04/05/2026 05:00 WIBNabi Muhammad Sebut Yaman Negeri Penuh Iman
-
JABODETABEK04/05/2026 06:30 WIBJangan Telat! SIM Keliling Jakarta Hanya Sampai Jam 2 Siang
-
NUSANTARA04/05/2026 08:30 WIBPendiri Ponpes di Pati Resmi Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati
-
DUNIA04/05/2026 08:30 WIBIran Beri Waktu 30 Hari Buat AS Buka Selat Hormuz atau Perang Lanjut
-
POLITIK04/05/2026 07:00 WIBGus Ipul: Saya Bukan Potongan Ketum PBNU
-
NUSANTARA04/05/2026 07:30 WIBBMKG Ungkap Daerah Rawan Cuaca Ekstrem di Banten