Berita
Carrie Lam Berharap Pemenang Pilpres AS Tak Ganggu Politik di Hong Kong
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam berharap siapapun yang memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat, tidak akan mengganggu isu politik di Hong Kong. “Kepada siapapun (yang memimpin) pemerintahan di Amerika Serikat (AS) nanti, saya ingin mengajukan seruan ini, bahwa setiap negara, setiap pemerintah harus menghormati yurisdiksi negara lain dan wilayah lain,” katanya, dikutip Associated Press, Jumat (6/11). […]
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam berharap siapapun yang memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat, tidak akan mengganggu isu politik di Hong Kong.
“Kepada siapapun (yang memimpin) pemerintahan di Amerika Serikat (AS) nanti, saya ingin mengajukan seruan ini, bahwa setiap negara, setiap pemerintah harus menghormati yurisdiksi negara lain dan wilayah lain,” katanya, dikutip Associated Press, Jumat (6/11).
“Kami akan senang jika hubungan yang sangat solid dan saling menghormati ini terus berlanjut terlepas dari administrasi mana. Saya tidak ingin terlibat dalam politik Amerika,” lanjutnya.
Hal tersebut diungkap bersamaan dengan sindiran bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump kerap mencampuri urusan domestik negaranya.
Ia pun mengecam tindakan AS yang kerap membatalkan perjanjian bilateral secara sepihak sebagai sanksi kepada pemerintahannya.
“Dalam beberapa tahun ke belakang, pemerintah dan pejabat Amerika berulang kali mencampuri urusan internal warga China dan Hong Kong. Ini sangat tidak masuk akal dan tidak bisa dibenarkan dalam hubungan internal,” ujarnya.
Seiring menanti hasil pilpres AS, Lam berharap presiden dan wakil presiden yang terpilih akan membangun hubungan bilateral yang saling menghormati.
Ia menekankan Hong Kong telah pulih dan kembali stabil setelah sejumlah insiden kekerasan mencuat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya ini membuktikan bahwa UU Keamanan Nasional yang mulai berlaku tahun ini efektif memberikan efek jera kepada masyarakat.
“Tujuan keputusan China dengan UU Keamanan Nasional Hong Kong dalam UU ini adalah untuk mencegah dan menghentikan, serta menghukum. Jadi pencegahan juga sangat penting,” jelasnya.
Sementara China tak banyak berkomentar soal perhelatan pilpres AS. Sejumlah analis menilai Negeri Tirai Bambu tak mempedulikan politik AS karena percaya tak banyak dampak yang bakal dirasakan mereka.
Sedangkan pertarungan antara Donald Trump-Kamala Harris dan Joe Biden-Mike Pence kian memanas dengan klaim kemenangan dan tudingan kecurangan dari pihak Republik. Hingga kini, belum ada kepastian terkait hasil pilpres.
-
NASIONAL05/07/2026 17:00 WIBPengakuan Raja Juli soal Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Pengembalian Tak Gugurkan Pidana
-
POLITIK06/07/2026 07:00 WIBBocor! Isu ‘Lantai Empat’ DPR Diduga Atur Serangan ke PDIP
-
NASIONAL05/07/2026 19:00 WIBKPK: Amplop Untuk Raja Juli Berasal dari SHU Petani Kuansing
-
EKBIS05/07/2026 22:00 WIBBulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
-
OLAHRAGA05/07/2026 16:00 WIBMeksiko Hadapi Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026, Misi Akhiri Penantian 40 Tahun
-
OTOTEK05/07/2026 18:30 WIBJaguar Obral Mobil Baru Diskon hingga Puluhan Juta Rupiah, Ini Daftar Modelnya
-
NASIONAL05/07/2026 18:00 WIBRekam Jejak Irjen Wibowo Kakorlantas Polri Baru
-
NASIONAL05/07/2026 20:00 WIBRangkap Jabatan, ICW Laporkan Pimpinan BGN ke Ombudsman