Berita
Dalam Sidang, Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Akui Hasut Demo Besar-besaran
Aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, bersama dua rekannya berencana mengaku bersalah atas keterlibatan mereka dalam demonstrasi besar-besaran yang terjadi tahun lalu dalam persidangan pada Senin (23/11). Wong (24) bersama dua rekannya, Ivan Lam dan Agnes Chow, dituntut atas protes yang berlangsung selama musim panas lalu yang melibatkan jutaan orang turun ke jalan hingga penutupan […]
Aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, bersama dua rekannya berencana mengaku bersalah atas keterlibatan mereka dalam demonstrasi besar-besaran yang terjadi tahun lalu dalam persidangan pada Senin (23/11).
Wong (24) bersama dua rekannya, Ivan Lam dan Agnes Chow, dituntut atas protes yang berlangsung selama musim panas lalu yang melibatkan jutaan orang turun ke jalan hingga penutupan bandara.
“Kami bertiga memutuskan mengaku bersalah atas semua dakwaan. Tidak mengherankan jika saya langsung dikirim ke sel tahanan hari ini,” kata Wong kepada wartawan.
“Kami akan terus berjuang untuk kebebasan dan sekarang bukan saatnya bagi kami untuk bersujud kepada Beijing dan menyerah,” ujarnya menambahkan.
Dalam sidang, Wong mengaku bersalah karena menghasut dan mengatur perkumpulan massa ilegal. Sementara itu, Lam dan Chow juga mengaku bersalah karena menghasut massa dan ikut berdemo.
Tuduhan menghasut dan mengumpulkan massa tanpa izin bisa dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Meski begitu, tiga tahun penjara adalah batas maksimum yang dapat divonis hakim pengadilan.
Sebelum mengaku bersalah, Wong dan Lam berencana melawan dakwaan tersebut. Namun, ketiga aktivis itu sepakat mengaku bersalah yang dinilai bisa meringankan hukuman.
Wong telah beberapa kali dipenjara karena memimpin demonstrasi pro-demokrasi sejak 2012 lalu.
Dikutip AFP, Hong Kong terus didera demonstrasi besar-besaran pro-demokrasi selama tujuh bulan berturut-turut yang tak jarang berakhir dengan bentrokan.
Pemerintah China dan pihak berwenang Hong Kong menolak tuntutan para demonstran untuk menggelar pemilihan umum yang bebas.
Alih-alih berdamai, pihak berwenang Hong Kong malah menangkap dan membungkam para pendukung demo.
Sejauh ini, lebih dari 10 ribu orang dilaporkan telah ditangkap berkaitan dengan demonstrasi pro-demokrasi dan saat ini pengadilan dipenuhi oleh persidangan para pengunjuk rasa.
-
NASIONAL04/08/2026 06:00 WIBIwan Sumule Ajak Semua Elemen Bangsa Kawal Kebijakan Prabowo
-
JABODETABEK04/08/2026 07:30 WIBPolda Metro Bekuk Penyebar Hoaks Demo Jelang 17 Agustus
-
JABODETABEK04/08/2026 06:30 WIBPolda Metro Sebar SIM Keliling di Lima Titik Jakarta
-
NASIONAL04/08/2026 16:00 WIBDPR: Jangan Percaya Isu Gaji ASN Dipotong Demi PPPK
-
POLITIK04/08/2026 14:03 WIBPuadi: Mahasiswa Kunci Pengawasan Pemilu di Era Digital
-
POLITIK04/08/2026 07:00 WIBPanas! 48 Tim Lolos Bawa Isu Penguatan Bawaslu di Debat Pemilu 2026
-
Berita04/08/2026 05:30 WIBBMKG: Waspada Hujan Ringan Saat Malam di Jakarta Selatan dan Timur
-
DUNIA04/08/2026 12:00 WIBIran Tegaskan Tak Ada Dialog Baru dengan Amerika Serikat

















