Berita
Menko PMK Pastikan BPOM Menjamin Keamanan Serta Keefektifan Vaksin Covid-19
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja secara profesional dalam menjamin keamanan serta keefektifan vaksin Covid-19. Pemerintah kini masih menunggu persetujuan dari hasil uji klinis BPOM. “Saya kira BPOM tidak akan main-main. Saya jamin BPOM profesional, jadi tentu tidak main-main […]
AKTUALITAS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja secara profesional dalam menjamin keamanan serta keefektifan vaksin Covid-19. Pemerintah kini masih menunggu persetujuan dari hasil uji klinis BPOM.
“Saya kira BPOM tidak akan main-main. Saya jamin BPOM profesional, jadi tentu tidak main-main sebab menyangkut hidup mati orang. Saya juga pesankan selalu harus betul-betul berpresisi tinggi dan tidak bisa dikurangi,” kata Muhadjir dikutip dari siaran persnya di situs Sekretariat Kabinet, Minggu (20/12/2020).
Dia menekankan bahwa hal terpenting yakni, BPOM harus dapat memastikan sejauh mana vaksin tersebut dapat membangkitkan imunitas. Selain itu, harus dipastikan imunitas yang dibangkitkan oleh vaksin Covid-19 mampu menangkal virus corona.
Pasalnya, kata dia, bisa saja vaksin itu bisa membangkitkan imunitas namun belum mampu menangkal virus. Untuk itu, BPOM melakukan uji klinis agar vaksin Covid-19 aman dan efektif sebelum disuntikkan ke masyarakat.
“Kita tidak mungkin memvaksinasi yang sekadar aman tapi tidak efektif, apalagi yang tidak aman dan tidak efektif. Jadi bola sebetulnya ada di tangan BPOM atau yang disebut dengan Emergency Use Authorization,” ujar Muhadjir.
Adapun Emergency Use Authorization merupakan persetujuan penggunaan obat dalam kedaruratan kesehatan masyarakat dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keefektivitasan. Hal ini juga berlaku untuk izin edar vaksin Covid-19.
“BPOM akan mengawal proses uji klinis untuk mendapatkan hasil yang benar-benar valid. Setelah hasil uji klinis didapatkan lalu akan diuji lagi terkait kemanfaatan dan juga efek sampingnya sehingga mutu dari produk tersebut atau dalam hal ini vaksin COVID-19 benar-benar terjamin,” jelas Direktur Registrasi Obat BPOM Lucia Rizka Andalusia.
Rizka menegaskan bahwa BPOM sangat mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pemberian izin penggunaan obat atau vaksin dalam kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat. Menurut dia, dalam mengatasi pandemi Covid-19 saat ini, tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis vaksin.
“Enam jenis vaksin yang dapat digunakan sekarang ini semuanya bagus, seperti Pfizer itu efektivitasnya di atas 90 persen dan sudah digunakan oleh berbagai negara. Tapi kita tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis vaksin saja, bisa jadi nanti akan ada masuk jenis vaksin lain lagi,” jelasnya.
-
POLITIK27/07/2026 21:00 WIBNarasi Prabowo soal “Londo Ireng” Ciptakan Permusuhan dan Anti Demokrasi
-
FOTO27/07/2026 21:30 WIBFOTO: Megawati Resmikan Monumen Kudatuli
-
EKBIS28/07/2026 11:30 WIBEmas Antam Jeblok Rp9.000 per Gram
-
NASIONAL28/07/2026 10:00 WIBKomdigi Pasang Badan Usai Prabowo Dihujani Kritik soal ‘Londo Ireng’
-
POLITIK28/07/2026 11:00 WIBEmpat Keputusan PKS Bikin Peta Politik Memanas
-
POLITIK28/07/2026 13:00 WIBBawaslu Catat 409 Tim Mahasiswa Siap Bongkar Masalah Pemilu
-
JABODETABEK28/07/2026 08:30 WIBPolda Metro Gulung 8 Tersangka Sindikat Buzzer Hoaks
-
EKBIS28/07/2026 09:30 WIBIHSG Merah di Awal Perdagangan