Berita
Sempat Terinfeksi Covid-19, Wali Kota Depok Tak Lolos Syarat sebagai Penerima Vaksin
AKTUALITAS.ID – Wali Kota Depok, Mohammad Idris angkat bicara terkait apakah dirinya akan menerima vaksin Sinovac atau tidak. Sebab, salah satu syarat yang harus diketahui adalah belum terpapar COVID-19, sedangkan Idris sempat dirawat di rumah sakit akibat virus berbahaya tersebut. “Nah, itu dalam pelaksanaan biar paham semua, saya pengen biar kebal banget gitu kan,” kata […]
AKTUALITAS.ID – Wali Kota Depok, Mohammad Idris angkat bicara terkait apakah dirinya akan menerima vaksin Sinovac atau tidak. Sebab, salah satu syarat yang harus diketahui adalah belum terpapar COVID-19, sedangkan Idris sempat dirawat di rumah sakit akibat virus berbahaya tersebut.
“Nah, itu dalam pelaksanaan biar paham semua, saya pengen biar kebal banget gitu kan,” kata Idris dikutip pada Rabu (13/1/2021).
Ia mengaku, sempat membaca aturan dari kementerian bahwa syarat utama untuk bisa langsung di-screening dengan 16 pertanyaan. Adapun yang pertama masalah tensi, hingga penyakit komorbid yang tidak terkontrol.
“Ini ditanya semua, pertanyaan pertama itu bapak pernah terkonfirmasi positif COVID-19 enggak, gitu itu pertanyaan pertama dari 16 poin itu. Kalau satu bilang ya, ya berarti keluar, berarti tidak dapat vaksin. Jadi udah paham ya,” kata dia.
Untuk diketahui, ini daftar lengkap 16 pertanyaan screening yang akan diajukan jelang vaksinasi COVID-19:
- Apakah Anda pernah terkonfirmasi menderita COVID-19?
- Apakah Anda sedang hamil atau menyusui?
- Apakah Anda mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir?
- Apakah ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit COVID-19?
- Apakah Anda memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak dan kemerahan setelah divaksinasi COVID-19 sebelumnya? (pertanyaan untuk vaksinasi ke-2)
- Apakah Anda sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah?
- Apakah Anda menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner)?
- Apakah Anda menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya)?
- Apakah Anda menderita penyakit ginjal? (penyakit ginjal kronis/sedang menjalani hemodialysis/dialysis peritoneal/transplantasi ginjal/sindroma nefrotik dengan kortikosteroid)?
- Apakah Anda menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis?
- Apakah Anda menderita penyakit saluran pencernaan kronis?
- Apakah Anda menderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun?
- Apakah Anda menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi?
- Apakah Anda menderita penyakit Diabetes Melitus?
- Apakah Anda menderita HIV?
- Apakah Anda memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC)?
Keterangan:
Khusus untuk vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi PAPDI, apabila terdapat perkembangan terbaru terkait pemberian pada komorbid untuk vaksin Sinovac dan atau untuk jenis vaksin lainnya akan ditentukan kemudian:
- Apabila berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam (= 37,5 derajat C), vaksinasi ditunda sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita COVID-19 dan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya.
- Apabila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil maka vaksinasi tidak diberikan.
- Jika terdapat jawaban ya pada salah satu pertanyaan nomor 1-13, maka vaksinasi tidak diberikan.
- Untuk pertanyaan nomor 14, penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen dapat diberikan vaksinasi.
- Untuk pertanyaan nomor 15, bila menderita HIV, tanyakan angka CD4-nya. Bila CD4
- Jika terdapat jawaban ya pada salah satu pertanyaan nomor 16, vaksinasi ditunda sampai kondisi pasien terkontrol baik.
Untuk pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua pekan mendapat obat Anti Tuberkulosis.
- Untuk penyakit lain yang tidak disebutkan dalam format skrining ini dapat berkonsultasi kepada dokter ahli yang merawat.
-
NASIONAL20/09/2026 11:00 WIBHabiburokhman: Jangan Sampai RUU Jadi Alat Kekuasaan
-
POLITIK20/09/2026 10:00 WIBMenteri ATR/BPN Ternyata Sudah Lama Cabut dari Pengurus Golkar
-
NUSANTARA20/09/2026 14:00 WIBApi Liar Lahap 10 Hektare di Ampana Kota
-
NASIONAL20/09/2026 13:00 WIBGMNI Dikaitkan PKI, Abdul Hafid Beri Ultimatum 2×24 Jam
-
DUNIA20/09/2026 12:00 WIBIran Gantung Mata-mata Mossad
-
NASIONAL20/09/2026 16:00 WIBPengamat SDI: Prabowo Pertegas Dukungan Palestina dari Gontor
-
NUSANTARA20/09/2026 17:00 WIBJelang Pilkades, Kantor Bupati Bekasi Digembok Warga
-
JABODETABEK20/09/2026 22:00 WIBBalap Liar di Puncak Berujung Maut

















