Berita
Terdapat ASN Positif Corona, Pengadilan Negeri Surabaya Di-lockdown untuk Kali Ketiga
AKTUALITAS.ID – Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, lockdown lagi. Pimpinan pengadilan memutuskan itu setelah terdapat Aparatur Sipil Negara (ASN) di sana positif COVID-19. Kebanyakan dari mereka yang terpapar adalah panitera pengganti. Juru bicara PN Surabaya Martin Ginting menuturkan, untuk kesekian kalinya pihaknya melakukan tes usap (swab test) terhadap seluruh hakim, ASN, dan pegawai honorer pada […]
AKTUALITAS.ID – Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, lockdown lagi. Pimpinan pengadilan memutuskan itu setelah terdapat Aparatur Sipil Negara (ASN) di sana positif COVID-19. Kebanyakan dari mereka yang terpapar adalah panitera pengganti.
Juru bicara PN Surabaya Martin Ginting menuturkan, untuk kesekian kalinya pihaknya melakukan tes usap (swab test) terhadap seluruh hakim, ASN, dan pegawai honorer pada 13 Januari dan hasilnya keluar pada 17Januari 2021 lalu. “Sebelas orang positif terpapar COVID-19,” katanya dalam keterangan tertulis pada Senin, (18/1/2021).
Sebelumnya, sudah ada empat orang yang bertugas di PN Surabaya yang terpapar COVID-19 dan kini masih menjalani isolasi. Dengan demikian, kata Martin, total ASN PN Surabaya yang terpapar sebanyak 15 orang. Atas kondisi itulah Ketua PN Surabaya memutuskan untuk me-lockdown pengadilan.
“Lockdown di PN Surabaya terhitung mulai hari ini sampai dengan tanggal 22 Januari 2021 nanti,” katanya.
Itu adalah lockdown ketiga kalinya di lingkungan PN Surabaya sejak pandemi COVID-19 menyebar di Jawa Timur. Martin mengatakan, kebijakan lockdown diambil karena pengadilan menjadikan keselamatan masyarakat pengguna jasa sebagai yang utama. Apalagi, PN Surabaya termasuk pengadilan yang sibuk. Setiap hari, sekira 300 orang berkunjung. Sedangkan jumlah ASN sebanyak 350 orang.
Dengan kenyataan itu, PN Surabaya berpotensi menjadi klaster penularan. Nah, untuk mencegah penularan itulah kemudian lockdown diputuskan. “Diharapkan dengan adanya lockdown ini, maka PN Surabaya telah mengakomodir kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 di lingkungan PN Surabaya,” kata Martin.
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
POLITIK26/06/2026 06:00 WIBGanjar Minta Prabowo Sebut Dalang Demo Bayaran
-
FOTO26/06/2026 05:35 WIBFOTO: Menko Infra AHY Pimpin Rapat Tingkat Menteri Bahas Tata Kelola Kebandarudaraan
-
RIAU26/06/2026 21:00 WIBPolres Bengkalis Tangkap Dua Tersangka Kasus Penggelapan Sepeda Motor
-
NASIONAL26/06/2026 20:49 WIBSudah Empat Peserta SPPI Meninggal, Pemerintah Baru akan Evaluasi Pelatihan Latsarmil
-
RAGAM26/06/2026 21:45 WIBButuh Hampir Satu Dekade, Ide Film CLBK Akhirnya Tembus Layar Lebar
-
EKBIS26/06/2026 07:00 WIBBahlil Tegaskan BBM Subsidi Tak Akan Naik Meski Dunia Memanas
-
POLITIK26/06/2026 11:00 WIBMahfud Tantang Presiden Prabowo Umumkan Siapa Dalang Demo Bayaran

















