Berita
Cegah Lonjakan Kasus, Jepang Tetapkan Darurat Corona di 4 Kota
Pemerintah Jepang bakal memberlakukan kembali status darurat di Tokyo, Osaka, Kyoto dan Hogo untuk mencegah lonjakan kasus infeksi virus corona. Dilansir Reuters, Jumat (23/4), status darurat yang singkat tetapi tegas itu bakal diberlakukan mulai 25 April hingga 11 Mei mendatang. Kebijakan itu diterapkan tiga pekan menjelang pelaksanaan Olimpiade. Menurut Menteri Keuangan Jepang, Yasutoshi Nishimura, selama […]
Pemerintah Jepang bakal memberlakukan kembali status darurat di Tokyo, Osaka, Kyoto dan Hogo untuk mencegah lonjakan kasus infeksi virus corona.
Dilansir Reuters, Jumat (23/4), status darurat yang singkat tetapi tegas itu bakal diberlakukan mulai 25 April hingga 11 Mei mendatang. Kebijakan itu diterapkan tiga pekan menjelang pelaksanaan Olimpiade.
Menurut Menteri Keuangan Jepang, Yasutoshi Nishimura, selama masa darurat itu seluruh restoran, bar, hingga tempat karaoke yang menyediakan minuman beralkohol wajib tutup. Seluruh kegiatan olahraga boleh digelar tanpa dihadiri penonton.
Selain itu, gerai waralaba dan ritel yang mempunyai bangunan sekitar 1.000 meter persegi juga wajib tutup. Pemerintah meminta para pengusaha atau perusahaan membiarkan para karyawan bekerja dari rumah.
Menurut dia, jika ada yang melanggar maka hukumannya bakal keras dan tegas.
“Kami membatasi pergerakan penduduk dan harus dilakukan secara menyeluruh. Kami membutuhkan tindakan yang terukur, fokus, tegas tetapi singkat,” kata Nishimura.
Nishimura menyatakan para pakar menyatakan menerima usulan pemerintah untuk menerapkan status darurat. Keputusan itu bakal disampaikan oleh Perdana Menteri Yoshihide Suga dalam jumpa pers hari ini sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
Ini adalah ketiga kalinya Jepang menerapkan status darurat, dan juga yang pertama diterapkan di Kyoto dan Hogo. Hal ini dipastikan akan berdampak buruk terhadap dunia pariwisata di kedua daerah itu yang menjadi wilayah tujuan pelancong di masa musim liburan Pekan Emas.
Jepang selama ini dinilai cukup mampu menahan laju penyebaran virus corona. Sampai saat ini tercatat ada 550 ribu kasus infeksi corona di Negeri Sakura, dengan 9.761 orang di antaranya meninggal.
Akan tetapi, belakangan ini terjadi peningkatan jumlah kasus infeksi harian di Jepang. Hal itu membuat pemerintah khawatir akan kemampuan dan ketersediaan tenaga medis dan kamar rawat inap di rumah sakit.
Apalagi proses vaksinasi di Jepang dinilai masih lambat.
Panitia pelaksana Olimpiade Tokyo 2020 juga meragukan keputusan pemerintah Jepang untuk melanjutkan ajang olahraga dunia itu. Sebab, kemarin seorang polisi yang mengawal pawai obor Olimpiade dilaporkan positif virus corona.
-
FOTO25/04/2026 08:51 WIBFOTO: Golkar Peringati Refleksi Paskah Nasional 2026
-
PAPUA TENGAH24/04/2026 22:00 WIBPemantauan Kasus Kekerasan di Puncak Diperkuat
-
NASIONAL25/04/2026 13:00 WIBPeringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
-
OLAHRAGA24/04/2026 23:00 WIBTaklukan Phonska di Leg Pertama Final Proliga, JPE Buka Kans Juara
-
EKBIS25/04/2026 09:32 WIBHarga Emas Antam Naik Rp20.000 Jadi Rp2,825 Juta/Gr
-
RAGAM25/04/2026 12:00 WIBGelar Puteri Indonesia 2026, Resmi Disandang Agnes Aditya Rahajeng
-
RIAU25/04/2026 16:45 WIBPerangi Narkoba, Provinsi Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba
-
OASE25/04/2026 05:00 WIBKopi Dalam Khazanah Islam: “Si Hitam yang Penuh Keistimewaan”

















