Berita
Kim Jong-un Aktifkan Kembali Reaktor Nuklir Utama di Korut
Kim Jong-un dilaporkan mengaktifkan kembali reaktor nuklir utama negaranya, Yongbyon, satu langkah yang dianggap sebagai pertanda Korea Utara kembali mengembangkan program senjata. Pengaktifan kembali reaktor nuklir ini terpantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dalam laporan tahunannya yang dirilis pada Senin (30/8/2021), IAEA melaporkan indikasi Yongbyon kembali beroperasi. “Sejak awal Juli, ada beberapa indikasi, termasuk […]
Kim Jong-un dilaporkan mengaktifkan kembali reaktor nuklir utama negaranya, Yongbyon, satu langkah yang dianggap sebagai pertanda Korea Utara kembali mengembangkan program senjata.
Pengaktifan kembali reaktor nuklir ini terpantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Dalam laporan tahunannya yang dirilis pada Senin (30/8/2021), IAEA melaporkan indikasi Yongbyon kembali beroperasi.
“Sejak awal Juli, ada beberapa indikasi, termasuk pelepasan air dingin, yang menunjukkan reaktor beroperasi,” demikian bunyi laporan IAEA yang dikutip AFP.
Jika benar, maka Korut mengaktifkan kembali salah satu reaktor nuklir utama mereka yang sudah tak beroperasi sejak Desember 2018 lalu.
IAEA sendiri sebenarnya sudah diusir dari Korut sejak 2009. Namun, badan atom itu masih memantau ketat perkembangan situasi di Korut dari luar.
Ketika mengetahui indikasi pengaktifan kembali Yongbyon, IAEA mengaku sangat khawatir. Mereka menegaskan bahwa pengaktifan Yongbyon merupakan “pelanggaran” terhadap resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat juga mengaku sudah menerima informasi mengenai pengaktifan kembali reaktor nuklir ini.
“Laporan ini menggarisbawahi betapa penting dialog dan diplomasi agar denuklirisasi penuh dapat tercapai di Semenanjung Korea,” ujar pejabat itu kepada AFP.
Ia lantas berkata, “Kami akan terus berdialog dengan Korut untuk membahas aktivitas yang dilaporkan ini dan berbagai hal lain terkait denuklirisasi.”
Pekan lalu, perwakilan AS di Pyongyang, Sung Kim, juga kembali menegaskan kesiapannya untuk bertemu dengan pemerintah Korut “di mana pun dan kapan pun.”
AS mulai gencar berdiplomasi agar Korut menghentikan program senjata nuklirnya sejak beberapa tahun belakangan, terutama di sejak Presiden Donald Trump menjabat.
Awalnya, diplomasi berjalan lancar hingga Trump dan Kim Jong-un bertemu dua kali. Namun setelah itu, perundingan mandek karena perbedaan pendapat antara Kim dan Trump mengenai detail kesepakatan denuklirisasi.
Di masa pemerintahan Biden, AS mencoba menghidupkan kembali perundingan denuklirisasi, tapi hingga kini belum ada perkembangan berarti.
-
FOTO25/04/2026 08:51 WIBFOTO: Golkar Peringati Refleksi Paskah Nasional 2026
-
PAPUA TENGAH24/04/2026 22:00 WIBPemantauan Kasus Kekerasan di Puncak Diperkuat
-
NASIONAL25/04/2026 13:00 WIBPeringatan Hari Otonomi Daerah, Gus Hilmy: Hak Daerah Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
-
OLAHRAGA24/04/2026 23:00 WIBTaklukan Phonska di Leg Pertama Final Proliga, JPE Buka Kans Juara
-
EKBIS25/04/2026 09:32 WIBHarga Emas Antam Naik Rp20.000 Jadi Rp2,825 Juta/Gr
-
RAGAM25/04/2026 12:00 WIBGelar Puteri Indonesia 2026, Resmi Disandang Agnes Aditya Rahajeng
-
RIAU25/04/2026 16:45 WIBPerangi Narkoba, Provinsi Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba
-
OASE25/04/2026 05:00 WIBKopi Dalam Khazanah Islam: “Si Hitam yang Penuh Keistimewaan”

















