Berita
Zainal Arifin Mocthar: Pemilu Adalah Cara Konstitusional “Kudeta” Rezim
AKTUALITAS.ID – Ahli Hukum Tata Negara dari UGM Zainal Arifin Mochtar menegaskan, cara menegur rezim adalah lewat pemilihan umum (pemilu). “Saya percaya dengan pemilih Indonesia yang kebanyakan anak muda sebenarnya satu gerakan kuat kalau kita mau menegur rezim dengan cara pemilu,” katanya dalam diskusi Kode Inisiatif ‘Kaum Muda dan Penegakan Hak Konstitusional dan Demokrasi”, Rabu […]
AKTUALITAS.ID – Ahli Hukum Tata Negara dari UGM Zainal Arifin Mochtar menegaskan, cara menegur rezim adalah lewat pemilihan umum (pemilu).
“Saya percaya dengan pemilih Indonesia yang kebanyakan anak muda sebenarnya satu gerakan kuat kalau kita mau menegur rezim dengan cara pemilu,” katanya dalam diskusi Kode Inisiatif ‘Kaum Muda dan Penegakan Hak Konstitusional dan Demokrasi”, Rabu (27/10/20021).
Menurutnya, pemilu adalah cara konstitusional mengkudeta rezim. Maka, cara melakukannya lewat pemilu.
“Pemilu itu adalah salah satu cara untuk menegur rezim, secara teori sering dianggap sebagai kudeta yang paling konstitusional,” ujarnya.
Zainal menyebut, bahwa pemuda adalah kekuatan yang sangat besar. Pemuda bisa memberi pelajaran terhadap rezim yang buruk saat berkuasa dengan ikut pemilu.
“Jadi kalau anda tidak suka dengan partai buruk, partai brengsek, anda tidak suka dengan rezim yang buruk cara menggantinya itu dengan pemilu,” pungkasnya.
-
DUNIA13/07/2026 17:45 WIBAkibat Panas 41 Derajat, Prancis Matikan Reaktor Nuklir
-
NASIONAL13/07/2026 19:30 WIBPrabowo Diminta Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke KPK
-
RAGAM13/07/2026 19:00 WIBEuforia Koplove Fest Volume 4, Bejo Jahe Merah Manjakan Pengunjung dengan Berbagai Fasilitas
-
NASIONAL13/07/2026 22:30 WIBBuku Puisi Esai Denny JA Diterjemahkan dalam 35 Bahasa
-
POLITIK13/07/2026 18:00 WIBAbai Putusan MK, Para Wamen Eks Timses Prabowo-Gibran Tetap Komisaris BUMN
-
OTOTEK13/07/2026 20:30 WIBDaftar 10 AI Gratis Pembuat Presentasi Terbaik 2026, Mudah dan Cepat
-
NASIONAL14/07/2026 09:00 WIBSidang DJKA Bongkar Dugaan Aliran Rp100 Juta ke Gus Miftah
-
OLAHRAGA13/07/2026 22:00 WIBPiala Dunia 2030 Berpotensi Tambah Peserta Jadi 64 Negara, Ini Alasan FIFA