Berita
Terkait Ketegangan di Timur Tengah, Korsel Imbau Warganya Batalkan Perjalanan ke Iran
AKTUALITAS.ID – Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengeluarkan peringatan khusus perjalanan pada Senin ini, menanggapi ketegangan di Timur Tengah setelah serangan Iran terhadap Israel.
Dalam pernyataan resminya, Kemlu Korsel mempertahankan peringatan level 3 untuk wilayah-wilayah tertentu di Iran, termasuk perbatasan Turki-Irak, provinsi Sistan dan Baluchestan, serta provinsi Khuzestan, Bushehr, dan Hormozgan di sepanjang Teluk Persia.
Warga Korea Selatan diimbau untuk membatalkan atau menunda perjalanan mereka ke Iran, sementara bagi warga yang tinggal di sana, mereka disarankan untuk mengungsi ke negara lain yang aman, kecuali untuk urusan mendesak.
Peringatan khusus ini diberlakukan oleh pemerintah Korsel sebagai respons terhadap risiko keamanan darurat bagi para pelancong dan dapat berlaku hingga 90 hari.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi di Iran dan akan mempertimbangkan tindakan tambahan jika diperlukan.
Sebelumnya, Korsel telah meningkatkan peringatan perjalanan ke level 3 untuk seluruh Israel, kecuali Jalur Gaza, di mana peringatan perjalanan level 4 masih tetap berlaku. Ini merupakan langkah proaktif pemerintah Korea Selatan dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan warga negaranya di tengah dinamika geopolitik yang berubah-ubah di Timur Tengah. (YAN KUSUMA/RAFI
-
NASIONAL25/08/2026 13:00 WIBBank Mandiri Kena Serbu Netizen usai Bekukan Rekening Rp80,9 Juta
-
NASIONAL25/08/2026 11:00 WIBPrabowo Perintahkan Usut 4 Korporasi di Kalbar
-
DUNIA25/08/2026 12:00 WIBNetanyahu Diduga Sengaja Panaskan Gaza Demi Tunda Pemilu
-
NASIONAL25/08/2026 09:00 WIBBMKG Ungkap Asap Karhutla Kalimantan Bisa Menembus Negara Tetangga
-
NASIONAL25/08/2026 17:00 WIBMK Didesak Tegaskan Batas Masa Jabatan Kapolri
-
NUSANTARA25/08/2026 19:00 WIBGempa Flores 1992 Lebih Mematikan dari 2026
-
NASIONAL25/08/2026 14:00 WIBBNPB: NTT Diguncang 6.409 Gempa Susulan
-
DUNIA25/08/2026 15:00 WIBInggris Buka Akses Teknologi Rudal ke Ukraina

















