DUNIA
Serikat Pekerja AS Serukan Penolakan Pensiun Dini dari Tawaran Trump
AKTUALITAS.ID – Dua serikat pekerja federal terbesar di Amerika Serikat, American Federation of Government Employees (AFGE) dan National Treasury Employees Union (NTEU), mengeluarkan peringatan kepada para pegawai negeri sipil (PNS) untuk menolak tawaran Presiden Donald Trump yang mengajak mereka untuk pensiun dini dengan kompensasi delapan bulan gaji.
Dalam pernyataan yang ditujukan kepada 800.000 anggotanya, AFGE meragukan legalitas dan sumber dana dari tawaran tersebut, dan mempertanyakan keseriusan pemerintahan Trump dalam memenuhi janjinya.
Skema “program pengunduran diri tertunda” yang diumumkan melalui email pada hari Selasa memungkinkan pegawai federal tetap dalam daftar gaji hingga 30 September tanpa bekerja, namun memicu kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (furlough) bagi yang menolak tawaran ini.
Surat elektronik yang memberi batas waktu hingga 6 Februari itu membuat banyak pegawai federal marah, dan justru mendorong mereka untuk bertahan di pekerjaan mereka.
Laura Dodson, seorang ekonom di Departemen Pertanian AS, menyebut tawaran tersebut sebagai upaya tekanan yang membuatnya semakin berkomitmen untuk tetap bekerja.
Di sisi lain, pegawai anonim dari Departemen Energi mengungkapkan kepedihannya terhadap situasi ini, menilai tawaran tersebut sebagai “jebakan” dan mengungkapkan rasa frustrasi di kalangan rekan-rekannya.
Sikap ini juga didukung oleh Elon Musk, yang kini memimpin Kementerian Efisiensi Pemerintah AS, meskipun banyak pegawai merasa tertekan oleh pesan tersebut.
Dalam situasi yang kian memanas, AFGE telah mengadakan pertemuan hukum untuk mempertimbangkan langkah lebih lanjut, sementara NTEU secara tegas menegaskan bahwa email ini dirancang untuk membujuk atau menakut-nakuti pegawai agar mengundurkan diri.
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas permasalahan ini, sementara potensi pemangkasan jumlah pegawai sipil AS terus memunculkan ketidakpastian di kalangan PNS yang terus berjuang untuk mempertahankan posisi mereka di pemerintahan federal. (Damar Ramadhan)
-
NASIONAL07/07/2026 07:00 WIBHeboh! Anak Menteri PU Masuk Rombongan Kunker ke New York
-
NASIONAL07/07/2026 13:00 WIBFernando Emas Desak Dody Hanggodo Minta Maaf
-
JABODETABEK07/07/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jakarta 7 Juli 2026
-
JABODETABEK07/07/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Hadir di 5 Lokasi
-
OASE07/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bahas Perjuangan Ibu Melahirkan
-
RAGAM07/07/2026 14:30 WIBErupsi Anak Krakatau Hantam Wisata Selat Sunda
-
NASIONAL07/07/2026 14:47 WIBKejari Jabar Diminta Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Helikopter oleh KPU
-
NASIONAL07/07/2026 19:44 WIBLonjakan Harta Zita Anjani, AHY, dan Ibas di LHKPN Berujung Desakan Audit dan Laporan ke KPK