DUNIA
Gencatan Senjata Gagal, Thailand Kembali Bombardir Perbatasan Kamboja
AKTUALITAS.ID – Thailand melancarkan serangan udara di sepanjang perbatasan yang disengketakan dengan Kamboja pada Senin (8/12/2025), memicu saling tuduh antara kedua negara soal siapa yang memulai aksi militer tersebut. Pernyataan resmi militer Thailand menyebut pasukan Kamboja melepaskan tembakan pertama ke wilayah Thailand, menewaskan satu tentara Thailand dan melukai empat lainnya, sementara warga sipil dievakuasi dari zona terdampak.
Juru bicara militer Thailand mengatakan pesawat digunakan untuk menyerang sasaran militer guna menekan serangan pendukung Kamboja, sementara Kamboja membantah dan menuduh Thailand yang memulai serangan, serta menegaskan tidak membalas serangan awal pada hari itu. Beberapa sekolah di sepanjang perbatasan diperintahkan ditutup dan foto serta video yang beredar menunjukkan siswa dievakuasi dari kelas dengan tergesa-gesa.
Ketegangan ini muncul meski kedua negara menandatangani perjanjian gencatan senjata pada Oktober yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump; gencatan tersebut sebelumnya dimaksudkan meredakan konflik yang memuncak pada Juli lalu dalam pertempuran berdarah selama lima hari. Akar perselisihan kembali ke klaim teritorial yang berakar pada peta kolonial 1907 dan sengketa atas situs bersejarah seperti kuil Preah Vihear, yang pernah diputuskan oleh Mahkamah Internasional pada 1962 dan tetap menjadi sumber kemarahan publik di kedua sisi perbatasan.
Insiden terbaru menambah rangkaian bentrokan yang sudah menewaskan puluhan tentara dan warga sipil pada Juli, ketika baku tembak dan serangan udara sebelumnya menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di kawasan perbatasan. Para pengamat memperingatkan bahwa kembalinya aksi militer berisiko memperburuk stabilitas regional dan mengganggu upaya diplomasi yang sedang berjalan.
Dampak langsung termasuk evakuasi warga, penutupan sekolah, dan potensi eskalasi militer yang dapat menarik perhatian aktor internasional. Pemerintah kedua negara hingga kini saling menuntut penghentian permusuhan dan menyerukan jalur diplomasi, namun realitas di lapangan menunjukkan risiko gencatan senjata rapuh jika akar sengketa perbatasan tidak diselesaikan secara permanen. (Mun)
-
POLITIK24/07/2026 07:00 WIBPrabowo Tuding Wartawan Londo Ireng
-
NASIONAL23/07/2026 20:30 WIBAbraham Samad: Prabowo Harus Awasi Proses Hukum Dugaan Korupsi Febrie
-
EKBIS23/07/2026 21:00 WIBJumhur Hidayat Dorong Perusahaan Bentuk Divisi Biodiversitas dan Perdagangan Karbon
-
DUNIA23/07/2026 22:00 WIBHouthi Paksa Kapal di Laut Merah Putar Balik
-
DUNIA24/07/2026 08:00 WIBTrump Ancam Serangan Masif ke Iran
-
JABODETABEK24/07/2026 08:30 WIBObat Nyamuk Bakar Diduga Picu Kebakaran Maut di Bekasi
-
EKBIS24/07/2026 09:30 WIBJumat Kelabu, IHSG Anjlok Lebih dari 1%
-
NUSANTARA24/07/2026 07:30 WIBBejat! Oknum Guru PNS ‘Umpankan’ Murid SD Yatim Piatu ke Suami Sendiri

















