DUNIA
Di Tengah Ancaman Armada Trump, Ledakan Misterius Hantam Jalur Minyak Vital Iran
AKTUALITAS.ID – Ledakan di pelabuhan Bandar Abbas, Iran, menewaskan satu orang dan melukai 14 orang lainnya pada Sabtu (31/1/2026). Hingga kini, penyebab ledakan masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan otoritas setempat.
Mengutip laporan Reuters yang merujuk kantor berita Tasnim, media Iran menyebutkan bahwa spekulasi di media sosial terkait dugaan seorang komandan angkatan laut Garda Revolusi Iran menjadi target ledakan tersebut dipastikan tidak benar.
“Laporan yang menyebut seorang komandan Garda Revolusi menjadi sasaran ledakan sama sekali tidak benar,” demikian pernyataan Tasnim.
Media-media Iran melaporkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, namun belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang Iran terkait penyebab maupun kronologi detail insiden tersebut. Hingga saat ini, pemerintah Iran juga belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Selain ledakan di Bandar Abbas, Teheran Times, media yang dikelola pemerintah, melaporkan empat orang tewas akibat ledakan gas di kota Ahvaz, wilayah barat daya Iran yang berada dekat perbatasan Irak. Namun, informasi lanjutan mengenai insiden tersebut masih terbatas.
Dua pejabat Israel yang berbicara kepada Reuters menegaskan bahwa Israel tidak terlibat dalam ledakan di pelabuhan Bandar Abbas. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang merupakan sekutu utama Israel.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa sebuah “armada” sedang menuju ke kawasan Iran. Sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa Washington tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan serangan terarah terhadap pasukan keamanan Iran.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuding para pemimpin AS, Israel, dan Eropa telah mengeksploitasi masalah ekonomi Iran, menghasut kerusuhan, serta memberikan dukungan bagi pihak-pihak yang dinilainya berupaya merusak stabilitas negara.
Bandar Abbas merupakan rumah bagi pelabuhan kontainer terpenting Iran yang terletak di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis antara Iran dan Oman yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melalui laut.
Pelabuhan tersebut juga pernah mengalami ledakan besar pada April tahun lalu yang menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari seribu orang. Komite investigasi saat itu menyimpulkan bahwa insiden dipicu oleh kurangnya kepatuhan terhadap prinsip pertahanan dan keamanan sipil.
Iran sendiri masih menghadapi tekanan besar akibat krisis ekonomi dan gejolak sosial. Protes nasional yang pecah sejak Desember lalu disebut menjadi salah satu tantangan terberat bagi pemerintahan ulama Iran dalam beberapa tahun terakhir. Seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa ribuan orang tewas dalam gelombang protes tersebut, termasuk ratusan anggota pasukan keamanan.
Perkembangan terbaru terkait penyelidikan ledakan di Bandar Abbas masih terus dinantikan. (Mun)
-
PAPUA TENGAH18/05/2026 21:30 WIBPengurus Laskar Merah Putih Markas Daerah Papua Tengah Resmi Dilantik
-
NASIONAL19/05/2026 10:45 WIBPFI Pusat Desak Kemlu Selamatkan Wartawan Indonesia yang Ditahan Israel
-
RIAU18/05/2026 21:00 WIBPolisi Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan yang Dilakukan Korporasi Sawit di Riau
-
NUSANTARA18/05/2026 19:00 WIBDukung MBG dan Bantu Atasi Gizi Buruk, Polda NTT Siapkan 22 SPPG
-
OTOTEK18/05/2026 23:30 WIBChery Resmi Boyong Chery Q Ke Indonesia
-
DUNIA18/05/2026 20:30 WIBIran: Jika AS Tak Buka Blokade, Teluk Oman Bakal Jadi ‘Kuburan Kapal’
-
RAGAM18/05/2026 19:30 WIBMembantu Fungsi Kardiovaskular Lebih Baik, Silahkan Konsumsi Buah Semangka
-
NASIONAL19/05/2026 11:15 WIBJurnalis Indonesia Ditangkap Tentara Israel dalam Misi Gaza, KPP DEM Desak Presiden Bertindak Tegas

















