DUNIA
100 Roket dan Drone Diluncurkan Hizbullah ke Israel
AKTUALITAS.ID – Sekitar 100 roket dan drone diluncurkan dari Lebanon ke Israel pada Sabtu (7/3), sementara tank-tank Israel maju ke perbatasan Lebanon selatan, menurut laporan stasius televisi Al-Manar milik Hizbullah.
Permusuhan lintas perbatasan meningkat di tengah serangan Israel ke sejumlah area di Lebanon. Perlawanan Islam (Islamic Resistance), sayap militer Hizbullah, menyatakan proyektil-proyektil tersebut ditembakkan dari wilayah Lebanon ke arah target-target Israel pada hari itu.
Hizbullah dalam pernyataan terpisah menuturkan para pejuangnya menargetkan sistem radar pertahanan udara Iron Dome di situs Kiryat Eliezer, yang disebut sebagai basis pertahanan udara utama di Kota Haifa, pada pukul 20.00 waktu setempat, dengan tembakan roket yang mereka sebut sebagai “roket presisi”.
Dalam pernyataan lain, kelompok tersebut mengatakan mereka juga menargetkan pangkalan Stella Maris, sebuah fasilitas strategis yang digunakan untuk pemantauan dan pengawasan maritim di sepanjang pesisir utara Israel, dengan rentetan serangan roket serupa pada waktu yang sama.
Selain itu, Hizbullah juga kembali mengeluarkan peringatan kepada penduduk Nahariyya dan Kiryat Shmona, mendesak mereka untuk mengungsi.
Al-Manar TV melaporkan beberapa tank Merkava Israel bergerak dari permukiman Avivim di Israel menuju Aitaroun di Lebanon selatan. Menurut laporan Al-Manar TV, pergerakan pasukan Israel tersebut diadang dengan rentetan roket, sementara tembakan senapan mesin berat terdengar di lingkungan Al-Zuqaq di pinggiran kota tersebut.
Hizbullah mengumumkan peluncuran roket dari Lebanon ke wilayah Israel pada Senin (2/3/2026) dini hari, untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata dideklarasikan pada 27 November 2024.
Tindakan itu mendorong pemerintah mengumumkan larangan terhadap aktivitas keamanan dan militer kelompok tersebut, membatasinya hanya pada aktivitas politik, serta mewajibkan mereka untuk menyerahkan senjata.
Sementara itu, militer Israel meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai “operasi militer ofensif” terhadap Hizbullah, melibatkan serangan udara intensif di beberapa daerah Lebanon dan penyerbuan darat di perbatasan, yang disertai peringatan kepada penduduk untuk mengungsi dari daerah di selatan Sungai Litani dan pinggiran selatan Beirut.
(Purnomo/goeh)
-
NUSANTARA16/06/2026 12:30 WIBGempa Besar M6.7 Guncang Palu
-
NASIONAL16/06/2026 14:00 WIBPBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Rabu
-
OPINI16/06/2026 15:45 WIBKerusuhan Agustus 2025 dan Teori Sosial Baru yang Menjelaskannya
-
JABODETABEK16/06/2026 13:30 WIBPegawai MBG Tewas Dibacok Saat Pulang Kerja
-
NASIONAL16/06/2026 13:00 WIBDPR Minta Bandar Judi Berkedok Timezone Ditindak Tegas
-
NASIONAL16/06/2026 13:15 WIBMahasiswa UGM Kepung Nusron, Budiman, dan Sudaryono
-
DUNIA16/06/2026 15:00 WIBPesawat Bomber B-52 Milik AS Meledak Saat Uji Coba
-
NASIONAL16/06/2026 11:00 WIBMega Tegaskan Mahasiswa Jangan Takut TNI Polri

















