DUNIA
IRGC: Kami Tunggu Kapal Perang AS di Hormuz
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, semakin meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan siap menghadapi kehadiran pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Juru bicara IRGC Ali Mohammad Naini mengatakan Iran saat ini menunggu langkah Amerika Serikat yang berencana mengawal kapal-kapal yang melintas di selat tersebut.
“Kami menunggu kehadiran mereka,” ujar Naini seperti dilaporkan media Al Arabiya, Sabtu (7/3/2026).
Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Energi Amerika Serikat mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS sedang bersiap untuk mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pengawalan itu rencananya dilakukan setelah kondisi dinilai memungkinkan di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Namun Iran memperingatkan Amerika Serikat agar mempertimbangkan sejarah konflik di wilayah tersebut sebelum mengambil langkah militer.
Naini bahkan mengingatkan insiden tahun 1987, ketika kapal tanker Amerika Bridgeton terbakar saat konflik di Teluk Persia.
“Kami menyarankan Amerika untuk mengingat insiden kapal tanker super Bridgeton pada 1987 dan kapal-kapal tanker yang baru-baru ini menjadi sasaran,” kata Naini seperti dikutip kantor berita Iran Fars.
Sementara itu, ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah IRGC mengklaim menyerang kapal tanker minyak bernama Prima pada Sabtu pagi waktu setempat.
Menurut pernyataan militer Iran yang dimuat kantor berita Tasnim, kapal tersebut terkena ledakan drone setelah mengabaikan peringatan dari angkatan laut IRGC terkait larangan melintas di jalur tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Di tengah eskalasi konflik tersebut, Liga Arab dijadwalkan menggelar pertemuan darurat para menteri luar negeri pada Minggu (8/3/2026).
Pertemuan yang akan digelar melalui konferensi video itu dilakukan atas permintaan sejumlah negara anggota seperti Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir.
Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab Hossam Zaki mengatakan pertemuan darurat tersebut akan membahas dampak serangan Iran terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk.
Sebelumnya, konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran pada 28 Februari 2026.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengecam serangan Iran tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Ia juga menilai aksi militer tersebut bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia karena jalur ini merupakan rute utama distribusi energi global, sehingga konflik di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada stabilitas ekonomi internasional. (Mun)
-
POLITIK27/04/2026 06:00 WIBNasDem: Threshold Nasional Bisa Hapus Kursi di Daerah
-
DUNIA27/04/2026 15:00 WIBIbu Hamil Kembar & Anak-Anaknya Tewas Dibom Israel
-
PAPUA TENGAH27/04/2026 16:30 WIBQuattrick Kompol Onisimus Benamkan Persemi All Star di Gold Store Arena
-
OASE27/04/2026 05:00 WIBIni Alasan Nabi Tolak Tawaran ‘Tukar Sembah’ Kaum Quraisy
-
POLITIK27/04/2026 13:00 WIBAria Bima: RUU Pemilu Ditunda Demi Hindari Judicial Review
-
JABODETABEK27/04/2026 14:30 WIBPolisi Pastikan 2 Pelaku Penganiayaan TNI Ditangkap
-
POLITIK27/04/2026 11:00 WIBAnas: Batas 2 Periode Ketum Parpol Bisa Cegah Feodalisme
-
DUNIA27/04/2026 12:00 WIBIran Lanjutkan Misi Damai Meski AS Tarik Diri

















