DUNIA
Pengganti Ali Khamenei Segera Diputuskan Dewan Ulama Iran
AKTUALITAS.ID – Proses suksesi kepemimpinan tertinggi Republik Islam Iran kini memasuki babak akhir yang krusial. Badan ulama yang berwenang, Assembly of Experts (Majelis Ahli), dilaporkan hampir mencapai kesepakatan mutlak untuk menentukan sosok pengganti mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Anggota Assembly of Experts, Mohammadmehdi Mirbaqeri, menegaskan bahwa panel pada dasarnya telah mencapai konsensus mayoritas terkait kandidat pemimpin baru. Melansir laporan Mehr News Agency, Mirbaqeri menyebut saat ini hanya tersisa “beberapa hambatan kecil” sebelum keputusan final resmi diumumkan ke publik.
Nantinya, pengumuman resmi terkait suksesi ini akan disampaikan langsung oleh Kepala Sekretariat Majelis, Hashem Hosseini Bushehri.
Menariknya, keputusan historis ini diambil di tengah situasi darurat yang luar biasa. Anggota Majelis lainnya, Heidari Alekasir, mengonfirmasi bahwa penentuan penerus dilakukan tanpa melalui sidang pleno tatap muka akibat alasan keamanan yang mendesak.
Sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu, eskalasi serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) telah menewaskan puluhan pejabat penting serta komandan militer Iran, termasuk Ali Khamenei. Bahkan, fasilitas milik Assembly of Experts di kota Qom dilaporkan turut hancur akibat hantaman udara.
“Ini situasi luar biasa. Majelis tidak bisa menggelar sidang pleno. Menjadikan majelis sebagai target serangan saat berkumpul hanya akan menguntungkan musuh dan merugikan revolusi,” tegas Alekasir dalam video yang dirilis Nournews, Minggu. Mengingat tingginya ancaman, para anggota menyepakati keputusan melalui mekanisme yang lebih tertutup dan aman.
Terkait identitas sang penerus, Alekasir membocorkan bahwa kandidat yang disepakati sangat memenuhi kriteria yang pernah diwasiatkan oleh mendiang Khamenei. Syarat utamanya jelas: pemimpin Iran haruslah sosok yang “dibenci oleh musuh”, bukan yang justru dipuji oleh mereka.
“Bahkan ‘Setan Besar’ (Amerika Serikat) pernah menyebut namanya,” imbuh Alekasir memberikan sinyal kuat.
Sinyal tersebut sontak mengarah pada putra sang mendiang, Mojtaba Khamenei (56). Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyebut Mojtaba sebagai kandidat terkuat untuk mewarisi kekuasaan ayahnya, meski Trump menilai opsi tersebut tidak dapat diterima oleh Washington dan bahkan mengutarakan niatnya untuk ikut campur dalam proses pemilihan di Iran.
Nama Mojtaba Khamenei bukanlah sosok asing di lingkaran inti Teheran. Ia dikenal memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dan merupakan figur sentral di kalangan ulama garis keras.
Meski tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan selain bekerja di kantor ayahnya, rekam jejak Mojtaba di balik layar – termasuk saat menangani gejolak protes nasional pada 2022 – menjadikannya kandidat paling rasional dan diperhitungkan untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Republik Islam Iran. (Mun)
-
JABODETABEK18/06/2026 19:30 WIBSetneg Buka Peluang Rekrut Kembali Eks Karyawan Hotel Sultan
-
EKBIS18/06/2026 19:00 WIBIndonesia Raja Komoditas, Tapi Harga Masih Ditentukan Bursa Luar Negeri
-
NUSANTARA18/06/2026 08:30 WIBBMKG: 233 Zona Musim Resmi Masuk Kemarau
-
Berita18/06/2026 07:00 WIBPigai Tegaskan Jangan Lawan Putusan Kasus Andrie Yunus
-
EKBIS18/06/2026 09:00 WIBPemerintah Pastikan Pertalite dan Solar Tak Naik
-
POLITIK18/06/2026 10:00 WIBPengamat Desak DPR Segera Revisi UU Pemilu
-
NASIONAL18/06/2026 14:00 WIBEddy Soeparno Desak Anggaran EBT Ditambah
-
JABODETABEK18/06/2026 18:30 WIBNegara Ambil Alih Pengelolaan Hotel Sultan untuk Kepentingan Publik

















