DUNIA
Iran Siapkan 8 Lapis Pertahanan Hadapi Potensi Invasi Darat AS dan Israel
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat setelah Iran menyatakan kesiapan penuh menghadapi kemungkinan invasi darat dari Amerika Serikat dan Israel.
Melalui laporan yang dikutip dari Kantor Berita Fars, seorang pejabat militer Iran mengungkapkan bahwa negaranya telah menyiapkan sistem pertahanan darat berlapis yang terdiri dari delapan lapisan terintegrasi.
Menurutnya, setiap lapisan memiliki fungsi dan misi tersendiri, namun tetap berada dalam satu koordinasi berbasis intelijen yang kuat. “Apa yang menanti para penyerang adalah lapisan pertahanan yang dibuat hampir mustahil untuk ditembus,” ujarnya.
Lapisan pertama diisi oleh pasukan elit dengan kemampuan tempur tinggi, termasuk unit khusus seperti Pasukan Khusus Angkatan Laut IRGC dan brigade lintas udara yang dilatih untuk menghadapi operasi khusus dan ancaman berteknologi tinggi.
Lapisan berikutnya terdiri dari brigade dan divisi infanteri serta pasukan lintas udara yang mampu bergerak cepat di berbagai wilayah, termasuk kawasan pesisir hingga pegunungan.
Selain itu, Iran juga mengerahkan pasukan darat dalam jumlah besar yang dilengkapi kendaraan lapis baja serta didukung artileri berat dan penerbangan militer.
Untuk menghadapi ancaman di wilayah perkotaan, Iran menyiapkan unit khusus yang terlatih menangani infiltrasi dan konflik di dalam kota. Dukungan juga datang dari pasukan operasi khusus yang bertugas memperkuat lini depan.
Lapisan pertahanan lainnya mencakup unit tempur berat yang bertugas menjaga stabilitas garis pertahanan, hingga pasukan elit dengan kemampuan operasi kompleks dalam kondisi kritis.
Yang tak kalah penting, Iran juga mengandalkan mobilisasi besar-besaran dari kalangan veteran dan sukarelawan rakyat. Lapisan terakhir ini disebut memiliki jumlah sangat besar dan dapat diperkuat hingga jutaan personel jika diperlukan.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa kekuatan utama dari sistem ini bukan hanya pada jumlah pasukan, tetapi pada koordinasi antar lapisan yang memungkinkan setiap unit bertindak sebagai kekuatan ofensif sekaligus defensif.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan bahwa Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi operasi darat terbatas di wilayah Iran, termasuk di sekitar Selat Hormuz.
Situasi ini menandai eskalasi konflik yang semakin serius, dengan potensi keterlibatan militer skala besar di kawasan strategis dunia. (Mun)
-
FOTO02/07/2026 21:52 WIBFOTO: Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara
-
RAGAM03/07/2026 13:30 WIBPengamat SDI: Indonesia Tak Akan Maju Tanpa Pendidikan dan Kesehatan Merata
-
NASIONAL02/07/2026 23:00 WIBPanglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin “Perisai Trisula Nusantara”, Tegaskan Adaptasi TNI Hadapi Perang Modern
-
POLITIK03/07/2026 11:00 WIBPuan Tegaskan DPR Hormati Putusan MK Soal Pilkada
-
NASIONAL03/07/2026 16:00 WIBOTT Bupati Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Kemenhut
-
EKBIS02/07/2026 22:00 WIBTriwulan I 2026, NPL Papua Terjaga di Level 2,67 Persen
-
POLITIK03/07/2026 16:30 WIBSaid Didu Sebut Jokowi Tidak Rela Kehilangan Kekuasaan
-
NASIONAL03/07/2026 00:00 WIBBupati Langkat Dikabarkan Diamankan KPK Saat Hadiri Acara APKASI

















